Kerajinan Sketsel Di Bantul

0 126

Kerajinan Sketsel Di Bantul

Selain dinding, pemilik rumah acap menyekat sebuah ruangan menggunakan sketsel. Penyekat tak permanen ini pun bisa terbuat dari beragam bahan. Mulai dari bambu, rotan, kayu jati, hingga akar kayu jati. Seorang produsen sketsel di Bantul memproduksi 50 sketsel sebulan. Selain pasar lokal, produk sketselnya juga merambah pasar Eropa.

Lahan yang terbatas melahirkan desain rumah yang terbuka. Ruang-ruang di dalam rumah itu tak dibatasi oleh tembok masif, supaya kesan luas tetap terasa. Nah, untuk memberi batas antar ruang itu, pemilik rumah seringkali memasang penyekat berupa sketsel.

Bahan baku sketsel pun beraneka ragam. Mulai dari bambu, rotan, kayu hingga akar kayu jati. Zaenal Ma’aruf, pemilik Zen Craft di Kasongan Bangunjiwo, Bantul, Yogyakarta, memproduksi sketsel yang terbuat dari bambu. Ia juga membuat sketsel dari paduan bambu dan kayu mahoni.

Dengan 10 pekerja, Zaenal mampu memproduksi 50 sketsel per bulan. Ia tak memberi warna sketsel itu atau dibiarkan berwarna alami. Harga sketsel itu berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 850.000, tergantung dari model dan ukuran.

Zaenal membuat sketsel dengan panjang 150 cm dan tinggi 170 cm. “Saya lebih banyak menjual ke Eropa. Tapi, ekspor saya saat ini menurun 50% dibandingkan jumlah ekspor sebelum gempa 2006 silam,” tutur Zaenal. Selain pasar Eropa, Zaenal juga menjual sketsel buatannya ke Yogyakarta, Surabaya, Jakarta dan Sumatra.

Source https://peluangusaha.kontan.co.id https://peluangusaha.kontan.co.id/news/permintaan-sketsel-si-penyekat-ruang-terus-mengalir-1
Comments
Loading...