Kerajinan Songket Batubara Di Medan

0 128

Kerajinan Songket Batubara Di Medan

Bantuan tersebut disambut suka cita para pengrajin. Daerah yang dikenal bersuku Melayu itu. mendeskripsikan rasa bahagianya dengan sebuah pantun. “Terbang jauh burung pelipis, singgah sejenak di Ujung Ladang. Benang songket tenun sudahlah habis, Alhamdulillah bantuan Inalum pun datang.”

“Bersyukur sekali rasanya dapat bantuan benang ini, karena beberapa diantara kami terkendala kekurangan modal sehingga tidak bisa membeli bahan benang untuk ditenun. Padahal sudah ada pesanan namun belum dibayar, jadi dengan adanya benang bantuan ini kita dapat mulai melanjutkan tenunan kita, terimakasih banyak atas bantuan dari Inalum,” kata Nur Ainun, salah satu pengrajin tenun binaan mewakili penerima bantuan.

Hal serupa disampaikan Kamisyah, salah satu perajin songket. Menurutnya, setelah menerima bantuan alat tenun dan benang dari PT Inalum,  kini mereka sudah mulai memproduksi kembali kain tenun songket.

“Saat ini saya sedang menyelesaikan baju sekolah pesanan orang,” katanya senang.

Ya, awal November lalu, kelompok pengrajin di Desa Padang Genting, Kecamatan Talawi, salah satu sentra pengrajin songket di Kabupaten Batubara, menerima bantuan benang tenun dari PT Inalum.  Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari monitoring dan evaluasi terhadap pengembangan usaha para pengrajin tenun.

Sebanyak 15 belas pengrajin ini berasal dari 3 kelompok usaha yang berasal dari Desa Kampung Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram serta Desa Benteng dan Desa Padang Genting di Kecamatan Talawi.

Bantuan yang diberikan kepada masing-masing pelaku usaha adalah berupa 10 lusin benang tenun yamalon (merah, biru, kuning, dan hitam) serta 5 tungkul benang lumecor warna emas, sehingga total keseluruhan bantuan adalah 150 lusin benang warna-warni yamalon ditambah 75 tungkul benang emas lumecor.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Arfan Iqbal Harahap, Manager Pemberdayaan Masyarakat PT Inalum, didampingi Syamsu Rizal Harahap, Assisten to Director, Thaoufan Dinar (CSR Officer) dan Fahmi (CSR Operator) kepada kemerintah Kabupaten Batubara yang diwakili Sekretaris Diskoperindagkopukm Batubara, Musthafal Akhyar.

Untuk selanjutnya disalurkan kepada 15 pengrajin tenun khas songket Batubara yang menjadi binaan PT Inalum bersama dengan Pemerintah Kabupaten Batubara.

Diketahui, 15 orang pengrajin kain tenun tersebut adalah industri kecil yang pada bulan Juni 2015 lalu telah mendapatkan pelatihan dan bantuan alat tenun bukan mesin.

Menurut Syamsul Rizal Harahap, mewakili Deputy General Manager Umum & CSR, W Djoko Laksono, PT Inalum sebagai BUMN yang berada di wilayah Batubara akan terus membantu dalam pemberdayaan masyarakat agar semakin baik dari tahun ke tahun.

“Batubara sebagai salah satu area cakupan dari 10 kabupaten kota di wilayah Batubara, tentu juga menjadi target pemberdayaan masyarakat kami. Kecamatan Talawi ini kami harapkan dapat menjadi sentral penghasil kain tenun khas Batubara serta sebagai upaya kita dapat menjaga warisan leluhur,” ujar Djoko Laksono.

Mewakili Pemkab Batubara, Mustofal Akhyar juga menyampaikan apresiasi atas perhatian PT Inalum kepada pengrajin kain tenun khas sonket di wilayah itu.
Dimulai dari pelatihan, pemberian alat tenun, studi banding, pendampingan usaha, sampai dengan pemberian bahan benang tenun ini benar-benar sangat membantu pengrajin usaha kain tenun.

“Tentu hal ini sangat kami apresiasi, oleh karena itu para pengrajin harus dapat menunjukkan kesuksesannya dalam menjalankan usaha tenun ini sehingga kecamatan Talawi dan Tanjung Tiram dapat dijadikan sentral usaha kain tenun,” pungkas Mustofa Akhyar.

Source https://edisimedan.com https://edisimedan.com/pengrajin-songket-batubara-terima-bantuan-benang-tenun-dari-inalum/
Comments
Loading...