Kerajinan Souvenir Di Simeulue, Aceh

0 214

Kerajinan Souvenir Di Simeulue, Aceh

Selama dua bulan, Wandi dan Lasmin, perajin souvenir di Sinabang, Simeulue, Aceh ini masih mengandalkan peralatan pisau dan gergaji saat bekerja, akibat minimnya modal usaha yang mereka miliki. Persoalan ketiadaan dana untuk pengadaan peralatan usaha, akhirnya disampaikan pada Wakil Bupati Simeulue, Hasrul Edyar.

Pertemuan antara dua pelaku usaha souvenir itu dengan wakil bupati hanya berlangsung kurang dari satu jam di ruang kerja Wakil Bupati Simeulue. Turut hadir dalam pertemuan singkat tersebut, para assisten, staf ahli, kepala dinas, dan sejumlah kepala kantor serta kepala bagian.

Sehingga dengan mengandalkan peralatan manual itu, hasil ukiran karya yang terbuat dari kayu lokal itu, tidak maksimal. Untuk menyelesaikan satu unit replika mirip lobster, ia membutuhkan waktu selama 5 hari kerja. Sedangkan bila didukung peralatan lengkap, hanya butuh 1-2 hari kerja.

“Kami butuh modal Rp 17 juta, dan modal itu untuk membeli peralatan. Dengan peralatan itu, saya yakin karya kami bisa lebih sempurna dan mampu bersaing di pasaran,” imbuh Wandi.

Kegiatan usaha kerajinan  yang dilakoni kedua warga Gamong Suka Maju, Kecamatan Simeulue Timur itu, dibantu anak dan isteri mereka. Untuk satu souvenir replika lobster dibanderol Rp300 ribu РRp1,5 juta.Keduanya saat ini sedang merancang replika Kantor Bupati Simeulue dan replika Tugu Smong. Namun diyakini pekerjaan tersebut membutuhkan waktu dan dukungan peralatan yang memadai, tidak mengandalkan pisau dan gergaji.

Source https://www.goaceh.co https://www.goaceh.co/berita/baca/2016/07/12/minim-dana-perajin-souvenir-di-simeulue-andalkan-pisau-dan-gergaji#sthash.uxQcA5hb.dpbs
Comments
Loading...