Kerajinan Souvenir Karya Mahasiswa UNAIR DI Surabaya

0 190

Kerajinan Souvenir Karya Mahasiswa UNAIR DI Surabaya

 Para mahasiswa UNAIR tidak pernah miskin kreatifitas. Salah satunya, yang dilakukan pemuda-pemudi dari D3 Radiologi Fakultas Vokasi di Surabaya, Jawa Timur. Mereka mengkreasi limbah atau barang bekas menjadi karya sarat manfaat.

Semua itu bermula saat dosen di mata ajar kewirausahaan semester IV memberi mereka tugas. Sejumlah 53 mahasiswa yang dibagi menjadi empat kelompok itu wajib membuat hasta karya. Produk tersebut mesti realistis untuk dibisniskan. Maka itu, mereka juga harus membuat bisnis plan yang rasional.

Yang menarik, limbah yang dipakai berasal dari bidang mereka sendiri. Dengan demikian, perpektif kewirausahaan yang dijadikan pedoman tidak jauh dari program studi yang digeluti.

Limbah yang dikreasi tersebut antara lain berupa film rontgen yang sudah rusak, botol cairan kontras, karton pembungkus film rontgen, dan lain sebagainya. Memang, untuk “membisniskannya” dalam skala besar, perlu koordinasi dengan sejumlah stake holder. Baik di tingkat pusat hingga daerah.

Tapi, rencana tersebut bukan tidak mungkin. Mengingat, jaringan program studi radiologi yang sudah luas dan branding kampus UNAIR yang kuat. Bukan mustahil pula, suatu saat mereka akan ikut meramaikan pekan atau pameran handicraft berbahan dasar limbah.

Kerajinan Souvenir

Melihat mas kawin berupa jejeran uang yang diatur dalam pigura, Meski tidak sama persis, karya kali ini memiliki sedikit kesamaan dengannya. Ada kemiripan konsep dengan pigura macam itu. Namun, bahan dasar dan bentuknya lebih kompleks. Karya ini diproyeksikan sebagai kado, kenang-kenangan, atau hantaran pernikahan.

Yang menarik, di dalamnya terdapat filuet: film siluet. Ya, ada siluet yang berbentuk wajah orang dan dikreasi dengan film bekas tak terpakai. Bentuk siluet itu bisa dibuat sesuai peruntukkan.

Misalnya, jika kado ini untuk seorang perempuan berjilbab, siluetnya bisa dibentuk seperti dia. Kalau kado ini untuk hadiah pernikahan, hantaran, atau pelengkap mas kawin, siluet bisa dibentuk sepasang kekasih: satu laki-laki dan satu perempuan.

Tak hanya bahan dasar siluet yang berasal dari limbah, frame pun diambil dari karton pembungkus film. Untuk memperkuat, karton dibuat berlapis-lapis. “Kami dapat bahan film dari IRD dr Soetomo atas bantuan seorang instruktur (pengajar),” kata Celyna Meytha, salah satu anggota kelompok WTF 13, kreator karya ini.

“Kado ini bisa dilengkapi ucapan: Happy Wedding, Happy Birthday, Happy Graduation, dan lain sebagainya. Sesuai kebutuhan. Siluet dan hiasan tambahan seperti pita atau bunga-bunga di dalam kado pun bisa divariasi,” imbuh Indriani Wijayanti, rekan Celyna.

Potongan-potongan compact disc tak terpakai ditempel di sekeliling frame. Gunanya, menambah kesan artistik. Penggarapan bagian ini tergolong rumit. Sebab, memotong compact disc dengan gunting biasa membutuhkan tenaga ekstra. Maklum, karya ini bukan buatan pabrik yang didukung peralatan canggih. Semua dilakukan manual dan dengan perlengkapan seadanya.

“Meski demikian, totalitas kami tidak perlu dipertanyakan,” ujar Syahidah Bahu, salah satu anggota WTF 13 seraya tersenyum. Kerumitan detail karya ini membuatnya dilabeli dengan harga lebih mahal dari tiga karya lain. Yakni, sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per buah.

Source http://news.unair.ac.id/ http://news.unair.ac.id/2016/04/20/mahasiswa-d3-radiologi-ubah-limbah-jadi-karya-kreatif/
Comments
Loading...