Kerajinan Stagen Dari Desa Nogosari

0 179

Kerajinan Stagen Dari Desa Nogosari

Stagen atau dalam bahasa jawanya di kenal sebagai kendit atau angking ini, hampir setiap harinya diproduksi oleh sejumlah perajin di Dusun Pucanganom, Desa Nogosari, Jawa Timur. Mereka mudah ditemui di salah satu dusun di desa setempat. Meski hanya segelintir, para pembuat yang umumnya kaum hawa tersebut, masih eksis. Bahkan, punya pasar tersendiri. Para pembuat stagen ini paling banyak terdapat di Dusun Pucanganom. Uniknya, produk stagen atau dalam bahasa kerennya korset itu, dibuat dengan alat tradisional berupa mesin tenun dari kayu.

Bukan dari mesin seperti produk yang mudah ditemui di pasar seperti era saat ini. Produk mereka pun boleh dibilang mampu bersaing dengan korset buatan luar. Bedanya, produk stagen dari Nogosari ini murni ciptaan tangan. “Stagen merupakan produk kerajinan unggulan di desa kami”. Ujarnya.

Bisa dikatakan langka karena tak semua desa ada dan memproduksi barang ini,” jelas Kades Nogosari Sudarno. Perajin stagen di desanya, yang masih eksis memproduksi di Dusun Pucang anom, menurutnya lumayan banyak. Ada sekitar 10 orang dan didominasi perempuan.

Meski begitu, ada juga laki-laki yang ikut membuat. Biasanya mereka adalah pasutri yang memang menggelutinya  sejak lama dan bahkan turun-temurun. “Satu perajin masing-masing memiliki  satu alat tenun. Dikerjakan di rumahnya  sendiri-sendiri.

Ukurannya sesuai dengan pesanan di pasaran, mulai 3, 5, dan 10 meter. Per meternya Rp 5.000,” cetusnya. Melihat pembuatannya, proses produksi  stagen ini cukup mudah. Para perajinnya juga gampang untuk mendapatkan bahan baku. Seperti benang  pintal warna hitam dan putih misalnya, perajin cukup membeli dari toko benang  atau langsung ke pabrik tekstil yang  ada di sekitar Pandaan, Beji, maupun  Gempol.

Terpisah, Syamsul, salah satu perajin lama di Dusun Pucanganom mengatakan, dengan alat tenun dari kayu, produksi memang terbatas. Para perajin pun bangga mempertahankan usaha turun-temurun ini. “Alhamdulillah” cukup laku, meskipun ada korset yang lebih modern. Sebab, pasar kami bukan hanya di Pasuruan. Tetapi sampai ke luar Jatim, bahkan  Jateng,” jelasnya.

Source http://www.kabarbromoterkini.com http://www.kabarbromoterkini.com/2015/06/04/pengrajin-stagen-dari-desa-nogosari/
Comments
Loading...