Kerajinan Stik Bambu Di Madiun

0 462

Kerajinan Stik Bambu Di Madiun

Singgih Hermawan, warga Jalan Mangga XI, Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jawa Timur, tak menyangka bahwa kecelakaan motor yang menimpanya pada April 2016 telah banyak mengubah hidupnya. Bukan menjadi pasrah dan pemalas. Pasca-kecelakaan yang membuat pergelangan tangan kirinya patah dan harus dipasangi dua pen, Singgih harus berhenti bekerja dari suatu toko mebel di Kota Madiun. Tak menyerah dengan impitan masalah yang menderanya, Singgih bangkit dengan merintis usaha kerajinan bambu yang dinamainya Stik Bambu Unik Madiun.

“Saat itu saya merasa bosan berada di rumah tanpa melakukan kegiatan apa pun pasca-kecelakaan sepeda motor. Lalu saya mencoba berbuat sesuatu. Saat itu saya menemukan batang kayu tak terpakai di rumah, lalu saya coba ukir untuk menjadi kerajinan ukiran,” ungkap Singgih. Singgih menuturkan, kerajinan ukir dari batang kayu itu awalnya untuk melemaskan tangan saja supaya tidak kaku. Namun, ternyata untuk mengukir batang kayu sangat keras dan susah.

Tak berhasil pada ukiran kayu, Singgih lalu mencoba memanfaatkan koran bekas. Ia mencoba menjadikan koran bekas menjadi hiasan dan kerajinan. Namun, ternyata proses kerajinan berbahan koran bekas terlalu mahal dalam biaya produksi. “Kalau pakai koran bekas repot, harus dilinting dulu lalu dilem. Tak hanya itu, untuk menempelnya harus pakai lem tembak yang harganya mahal,” jelas Singgih. Miniatur sepeda ontel merupakan salah satu karya Singgih dengan menggunakan bahan stik bambu. Tertarik pada stik bambu Upaya kedua gagal, Singgih lalu disarankan pamannya untuk mencoba membuat kerajinan berbahan dasar stik bambu atau lidi bambu.

Biasanya, stik bambu digunakan untuk membuat kandang atau sangkar burung. Setelah dicoba, akhirnya Singgih lebih tertarik menggunakan stik bambu sebagai bahan kerajinannya. Selain harga bahannya yang murah, stik bambu yang berbahan bambu apus mudah dicari, lebih lentur, dan kuat. “Harganya murah, satu bonggol isi 1.000 batang, cuma Rp 75.000,” katanya. Setahun bergelut dengan stik bambu, pria yang masih bujang ini telah berhasil membuat beragam bentuk dan jenis kerajinan dari stik bambu. Dengan bahan stik bambu, ia berhasil membuat lampu hias, pigura, gantungan kunci, miniatur rumah, miniatur vespa, miniatur kereta, miniatur biola, dan beragam bentuk unik lainnya.

Singgih bekerja sendirian. Satu produk kerajinan yang dibuat dari bahan stik bambu membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu. “Semua bentuk produk kerajinan stik bambu saya buat secara manual. Hanya menggunakan peralatan sederhana, seperti pisau, cutter, kawat, tang, dan lem kayu,” jelas Singgih. Lantaran bekerja sendiri, Singgih mengaku belum bisa memproduksi secara massal. Tak hanya itu, peralatan yang belum memadai juga menjadikan Singgih tak bisa berkarya dalam jumlah yang banyak. Untuk memasarkan karya uniknya itu, Singgih menawarkan produknya melalui akun Facebook dan Instagram miliknya. Biasanya para pembeli kerajinan buatannya berasal dari pencinta kerajinan unik.

Keunikan kerajinan stik bambu, lanjut Singgih, menjadikan seorang warga Jerman memesan miniatur rumah. Namun, karya miniatur rumah itu batal dikirim karena masalah packing pengiriman. “Saya pernah mendapatkan pesanan miniatur rumah dari orang Jerman. Tetapi karena packing-nya susah, akhirnya enggak jadi,” tuturnya. Untuk harga satu produk kerajinan stik bambunya, Singgih menjual mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 300.000. Harga tergantung dengan tingkat kerumitan serta banyaknya bahan yang dibutuhkan. “Kalau ukurannya besar dan tingkat kerumitannya tinggi, tentu harganya akan berbeda dibandingkan produk yang ukurannya kecil,” ucap Singgih.

Source https://regional.kompas.com https://regional.kompas.com/read/2018/03/05/15444591/mengenal-singgih-perajin-stik-bambu-di-madiun-yang-dikenal-hingga-luar.
Comments
Loading...