Kerajinan Sulam Kain Perca Di Surabaya

0 362

Kerajinan Sulam Kain Perca Di Surabaya

Kain perca seringkali dianggap kain sisa yang tidak diperhitungkan nilai ekonominya. Namun di tangan Lusia Hariyany, kain perca ini diubah menjadi sebuah produk kreasi sulaman yang berharga ratusan ribu rupiah. Kuncinya, ia menjahit dengan teknik sulaman quilts dan patchwork yang memerlukan keahlian khusus.

Sejak duduk di bangku SMP, Lusia memang hobi menjahit dan menyulam. Namun hobi ini tak lagi ia geluti karena kesibukan mengurus rumah tangga.  Tahun 2004, ketika ia pindah mengikuti suaminya, ke Surabaya, Lusia banyak memiliki waktu luang karena anak-anaknya sudah besar dan masuk SMA. Ia pun kembali teringat hobi lamanya, mengutak-atik sulaman.

“Awalnya, saya hanya menyulam di pakaian dan kerudung yang saya kenakan sehari-hari,” ujar ibu dari 2 anak ini. Lama-lama, sulamannya disukai tetangga dan teman-temannya. Mereka kemudian memesan produk kerajinan lain seperti seprai dan taplak meja.

Lantaran kebanjiran pesanan, tahun 2005, Lusia memberanikan diri membuka usaha dengan bendera Amira Handycraft. “Modal awal hanya lima juta rupiah, saya gunakan untuk membeli kain dan benang,” ujar wanita  kelahiran Surabaya ini. Awal usahanya, ia mengerjakan produksi sendiri dan hanya dibantu satu karyawan.

Lusia terus berinovasi mengembangkan produknya. Ia pun belajar patchworkappliqué  dan quilts dari buku. Ketiganya merupakan kerajinan tangan berbahan dasar kain perca yang disusun dan dijahit secara kompak, sehingga menghasilkan karya yang artistik. Untuk mendalami patchwork, Lusia mengikuti kursus selama 3 hari di Jakarta dari seorang guru berkebangsaan Jepang.

roduk sulamannya pun merambah ke dompet, sarung bantal, bed cover dan tas. Kini, produk tas perca menjadi unggulan Amira Handicraft. Harga produknya berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp3,5 juta. Untuk menjaring konsumen, Lusia rajin mengikuti pameran. “Pameran sangat membantu memperluas pasar, karena banyak konsumen atau pedagang reseller datang dari berbagai daerah,” ujarnya. Ketika dunia online makin semarak, ia tak ketinggalan. Ia pun berusaha memaksimalkan usahanya melalui digital marketing.

Source http://www.wanitawirausaha.com http://www.wanitawirausaha.com/article/lusia-hariyany--menyulam-laba-dari-kain-perca
Comments
Loading...