Kerajinan Suling Bambu Di Sumedang

0 266

Kerajinan Suling Bambu Di Sumedang

Suara tiupan suling terdengar sangat merdu, sampai jauh diantara gerimis yang turun siang itu, di RT 02 RW 01, Dusun Cimuruy, Desa Mekarmulya, Kecamatan Situraja. Suaranya yang khas mengingatkan Sumeks pada lagu yang dinyanyikan The Mupet-Suling Bambu.

Adalah Toto Suherman, saat Sumeks menyambangi rumahnya pria berusia 44 tahun itu, sedang mencoba beberapa buah suling yang baru dibuatnya, di sampingnya bilahan bambu tamiang(Schizostachyum blumei,L) tampak menumpuk.

“Saya membuat suling tidak asal jadi, ada teori-teori cara membuatnya kebetulan ada beberapa mahasiswa dari STSI Bandung juga yang memberikan teori agar suling yang kita buat suaranya sesuai dengan yang diinginkan, karena ukuran bambu, diameter, lubang  itu sangat berpengaruh pada nada yang dihasilkan,” ujarnya mengawali pembicaraan dengan Sumeks. Untuk menjaga kualitas suling agar tetap terjaga, terkadang dia menduplikasi suling yang dibuatnya, tak heran bila di rumah permanen itu ada beberapa suling yang benar-benar sudah jadi.

Pria yang sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) menyukai kesenian tradisional Sunda, terus mematang keinginannya, ibarat pepatah, siapa yang berteman dengan tukang parfum maka akan tercium bau parfum, maka itu pun yang dilakukan Toto kecil. Ia tidak malu-malu untuk bergaul dan berguru pada seniman tradisional Sunda.

Pria lulusan SMA Negeri Situraja itu, semakin mantap menggeluti bisnis pembuatan suling, apalagi setelah pengalamannya terasah dengan membuat ribuan suling untuk dipasarkan ke Karawang, Bekasi dan Cianjur.

Berbekal pisau raut, dia kembali ke Situraja dan mengembangkan bisnisnya di situ. Ia yakin bisnis suling bambu masih cerah, terbukti dengan pesanan yang hingga saat ini berdatangan. Saat ini saja ia mengaku mendapatkan order borongan dari sekolah di wilayah Darmaraja sebanyak seribu batang.

Selain kerap menerima pesanan dari sekolah, ia pun tak sedikit mendapat order dari para seniman tradisional sunda yang sudah malang melintang, seperti grup seni Mamah Cenghar, dan Guru Dadi, untuk tingkatan profesional tersebut suling yang dibuatnya pun khusus.

Meski banyak menerima orderan, namun Toto, tidak terjebak dengan membikin mudah lubang, seperti dengan cara di bakar dengan bara, sehingga menghasilkan lubang berwarna hitam. Ia mengaku pelubangan dengan bara akan menghasilkan nada yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Untuk bahan baku sendiri, Toto menyebutkan, sejauh ini tidak ada masalah, hanya saja untuk mengambil bambu, harus pada bulan-bulan tertentu, agar kualitasnya baik. “Ini memang dari leluhur saya, dan sudah saya buktikan kalau mau mengambil bambu, sebaiknya pada bulan Maret hingga Juli, karena saat itu bambu sedang dalam kualitas baik,” pungkasnya.

Source https://www.sumedangonline.com https://www.sumedangonline.com/perajin-suling-kebanjiran-order/9316/
Comments
Loading...