Kerajinan Suvenir Syirkatunnisa Di Aceh Utara

0 58

Kerajinan Suvenir Syirkatunnisa Di Aceh Utara

Nailatul Amal warga Gampong Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, merupakan salah satu perempuan pembuat suvenir khas Aceh. Hasil karyanya ada yang dikirim hingga ke luar negeri.

Nailatul Amal menamai usahanya itu dengan Syirkatunnisa yang artinya perkumpulan perempuan. Usaha tersebut mulai dikembangkan sejak tahun 2006.Ia menceritakan, awal mula merintis sewaktu masih tinggal di Banda Aceh pada tahun 2006. Saat itu Ia membuat manik-manik untuk jilbab yang biasa dipakainya.

“Suatu hari, saat saya keluar ke pasar untuk belanja, saya jumpa dengan ibu camat bernama Hasnidar, lalu Ia meminta saya untuk membuat beberapa jilbab untuk dipasarkannya,” ungkap Nailatul Amal.

Pada tahun 2008, perempuan yang biasa di panggil Mi Cut itu masih bekerja sendiri, namun selang setahun kemudian Dia mulai memakai tenaga karyawan, karena hasil karya mereka banyak diminati oleh pembeli. Pada saat itu pasokannya hanya dikirim ke Medan, Sumatera Utara.“Tahun 2008 saya sudah tinggal di gampong ini. Lalu saya diminta oleh Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan (PP), Khuzaimah, untuk membentuk kelompok kerja agar usaha yang saya jalani lebih berkembang,” katanya.Awal mula usahanya dibuka, Nailatul hanya menggunakan 30 orang tenaga kerja. Namun lama-kelamaan hingga saat ini, pekerja di tempat usahanya sudah mencapai sekitar 60 orang pekerja tetap

Modal utama yang diberikan oleh Kantor PP sekitar Rp40 juta untuk 30 orang. Namun pada saat itu, Nailatul tidak membagikan uang tersebut, tetapi membeli peralatan untuk modal buka usaha, seperti mesin jahit dan beberapa bekal lainnya.“Tujuan Kepala Kantor PP, Khuzaimah, membentuk kelompok ini, agar membantu pengangguran yang ada di gampong kami, Alhamdulillah, berkat terbentuknya usaha ini, ekonomi warga Gampong Meunasah Rayeuk bisa terbantu,” ujar Nailatul.Pada tahun 2015, Manager Banda Bagg, Luwert, mengekspor semua pasokan suvenir yang tertampung di rumah Nailatul ke luar negeri yaitu ke wilayah Amerika dan Spanyol. Untuk sampai ke negara itu membutuhkan waktu selama dua bulan

“Kami di sini membuat tas, dompet, peci, tikar, pakaian jubah, mukena, kain bermotif pucok rubong dan beberapa suvenir lainnya. Harga jual Rp10 ribu hingga Rp350 ribu tergantung jenis barangnya,” jelasnya.Keuntungan yang didapat Nailatul setiap bulan mencapai Rp50 juta hingga Rp70 juta, dan uang keuntungan itu dibagi sama rata dengan pekerja lainnya.Tidak ada pekerjaan lain yang dilakoni oleh Nailatul Amal, penghasilannya semata-mata hanya di kelompok usaha suvenir tersebut.Sedangkan suami Nailatul, Bahauddin merupakan seorang imam dan ustaz di gampong tersebut, dan mengadakan pengajian di balai Sirajul Munir.Nailatul Amal berharap, semoga ke depan Pemkab memperhatikan usaha yang dikelola ini dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada pekerja agar ekonomi masyarakat dapat meningkat kembali.

Source https://www.goaceh.co https://www.goaceh.co/berita/baca/2016/11/11/suvenir-syirkatunnisa-dari-nisam-ke-pasar-amerika-dan-eropa/
Comments
Loading...