Kerajinan Tanaman Terrarium Di Cibubur

0 143

Kerajinan Tanaman Terrarium Di Cibubur

Bosan dengan tanaman dalam ruang yang itu-itu saja? Coba saja terarium. Seni dekorasi tanaman yang berasal dari Inggris ini mirip akuarium berisi aneka tanaman. Lantaran peminatnya kian banyak, bisnis terarium pun tumbuh subur. Apalagi, pemainnya belum banyak.

Terrarium pertama kali lahir dari tangan seorang dokter asal Inggris, Nathaniel Ward pada 1927. Kala itu, ia membuat percobaan dalam kotak yang terbuat dari kaca dengan penutup yang bisa dipindah-pindahkan untuk menanam pakis dan tanaman tropis. Kotak kaca tersebut lalu kemudian dikenal dengan nama Wardian Cases yang kemudian populer ke penjuru dunia dengan sebutan terarium.

Pada dasarnya, terarium merupakan miniatur taman dalam media transparan, seperti gelas atau akuarium sebagai pengganti pot. Tak cuma berisi tanaman, terarium juga bisa dilengkapi pelbagai hiasan dengan tema tertentu.

Nenti Sopriyana, misalnya, merangkai tanaman menjadi terarium dengan konsep taman biota laut dengan bermacam pernak-pernik berbau laut hingga bentuk seperti minuman. Ada juga terarium dengan tema semisal anggrek dengan ukuran mini yang ditanam dalam botol.

Nenti membuat terarium berkonsep dengan nama, antara lain ice desert, yang tanamannya dibuat layak es krim bercampur dengan pernak-pernik, antara lain kerang atau bebatuan warna-warni. Ada pula terarium bernama katana dan robusta. “Nama yang khas akan gampang diingat dan membuat orang tertarik untuk tahu,” kata pemilik pemilik www.teragreen.blogspot.com ini.

Terarium akan menampilkan taman miniatur dalam media kaca, yang dapat mensimulasikan kondisi di alam yang sebenarnya. Contoh, terarium dapat mensimulasikan ekosistem gurun, ekosistem padang pasir, maupun ekosistem hutan hujan tropis.

Meski ukurannya mini, manfaat dan fungsi terarium tidak semini bentuknya. “Terarium selain menciptakan suasana hijau dan teduh dalam ruangan, juga sebagai tanaman antiradiasi, mampu menghilangkan bau tak sedap, serta sebagai dekorasi ruangan,” ujar Nenti.

Menurut Nenti, membuat terarium tidak perlu keahlian khusus. Yang penting, ada ketelitian dan selera yang bagus untuk memadu-padankan tanaman dalam satu wadah kaca.

Nenti mengatakan, keahliannya dalam seni dekoratif terarium makin terasah dengan sering dia melakukan latihan dan berani melakukan permainan warna untuk pernak-perniknya. Dalam sehari, Nenti bisa menghasilkan 30 terarium yang ditaruh di gelas-gelas kecil.

Selain proses pembuatannya yang terbilang mudah, mendapatkan bahan bakunya pun tidak sulit. Bahan seperti pasir zeolit atau pasir malang, tanah humus, arang untuk menyerap air, wadah kaca atau gelas untuk media tanam banyak dijual di toko bunga. Tanaman pengisinya bisa kaktus, sansiviera, sukulen, atau bromelia.

Nenti yang menjadikan pekarangan rumahnya di daerah Cibubur, Jakarta Timur sebagai bengkel kerja sekaligus galeri mengatakan, terarium bisa ditempatkan di mana saja sesuai dengan selera. Asalkan, terhindar dari sinar matahari langsung yang berlebihan agar daun tidak cepat kering dan layu. “Ditaruh di bawah lampu juga bagus, supaya tanaman tidak mudah busuk dan lembab,” ungkapnya.

Source https://peluangusaha.kontan.co.id https://peluangusaha.kontan.co.id/news/menyambut-indahnya-pesona-bisnis-terarium-
Comments
Loading...