Kerajinan Tangan Karya Napi Di Labuhanbatu Utara

0 154

Kerajinan Tangan Karya Napi Di Labuhanbatu Utara

Seorang narapidana yang tengah menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Klas IIA Tanjunggusta Medan, Yusnida mengaku memendam rasa rindu terhadap keluarganya.

Yusnida merupakan warga Labuhanbatu Utara. Dalam tiga tahun terakhir, ia harus melalui hari-harinya dibalik jeruji setelah divonis dengan hukuman penjara selama 4 tahun 10 bulan oleh Pengadilan Tipikor Medan. Ia mengaku selama menjalani hidup di Lapas Wanita Klas IIA Tanjunggusta Medana, Yusnida kerap dikunjungi keluarga dan kelima anaknya dalam waktu tiga bulan sekali.

“Kalau keluarga datang sekitar tiga bulan sekali. Semoga anak-anak disana baik-baik, dapat membanggakan orangtua, kangen kali. Semoga mereka sehat disana,” harapnya.

Untuk melupakan rasa rindunya, Yusnida mengisi hari-harinya dengan turut serta bergabung dengan tim kerajinan tangan.

“Saya disini mengisi waktu dengab buat kerajinan tangan, merajut bunga, lobe dan tempat tisu. Kalau buat tas sesuai pesanan pun bisa, tapi siapnya sekitar 3 hari untuk satu tas,” jelas wanita paruh baya itu.

Selain mengasah ketrampilan, Yusnida juga bisa memperoleh penghasilan dari kegiatan ketrampilan yang digelutinya selama berada di balik jeruji.

“Kalau pesanan banyak, bisa dapat Rp 5 juta. Kadang hanya Rp 500 ribu, tergantung pesanan,” terangnya

Source http://medan.tribunnews.com http://medan.tribunnews.com/2017/12/22/curhat-napi-wanita-dari-balik-jeruji-bikin-kerajinan-tangan-untuk-lupakan-rasa-rindu-keluarga
Comments
Loading...