Kerajinan Tangan Karya Warga Rutan Malendeng

0 155

Kerajinan Tangan Karya Warga Rutan Malendeng

Bertahun-tahun berpenghuni, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Malendeng Kota Manado akhirnya mendapat sentuhan. Menariknya, sentuhan tersebut langsung ditujukan bagi penghuni Rutan khususnya bagi tahanan, yang gemar membuat kerajinan.

Dinas Perindustrian Minahasa Utara (Minut) melakukan sosialisasi untuk pengembangan kerajinan yang masuk dalam kategori Industri Kecil Menengah (IKM).

Kepala Dinas Dra Femmy AM Pangkerego MPd ME, yang cerdas melihat peluang home industri dari masyarakat lokal ini mengatakan, pihaknya sangat kagum melihat beberapa hasil karya tahanan yang ditunjukkan. “Pekerjaannya bagus dan kreatif. Untuk itu, kami datang kesini untuk memberikan pelatihan, agar kreatifitas tahanan lebih ditingkatkan lagi,” katanya.

Selain memberikan pelatihan sejumlah tahanan, Pangkerego juga mengakomodir hasil kreatifitas para narapidana asal Minut yang mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Malendeng Kota Manado.

“Ini semua memerlukan kreatifitas tinggi dan nilai seni. Kami Dinas Perindustrian Minut ingin membantu memasarkan produksi¬† agar memiliki nilai jual tinggi dan menambah pendapatan mereka,” ujarnya.
Lanjut mantan Kepala Disbudpar Minut ini, banyak peluang untuk menjadikan produk kreatifitas menjadi uang, disisi lain beberapa pengusaha kekurangan tenaga kerja dalam kegiatan produksi.

“Contohnya pengusaha dekor nantinya bisa membeli bunga-bunga buatan bapak ibu yang dibuat dari bahan dasar sabun mandi. Beberapa hasil karya juga akan saya bawa ke sejumlah pameran untuk dipasarkan. Jika butuh bantuan bahan baku, kami bisa bantu,” lanjut Pangkerego.

Sementara itu, Kepala Rutan Malendeng Ahmad Zainal Fichri AMD IP SH menyambut baik kunjungan rombongan Dinas Perindustrian Minut. “Ini adalah yang pertama kali dilakukan di Rutan Malendeng sehingga kami memberi apresiasi,” kata Fichri. Diakuinya, dalam mengisi hari-hari di Rutan Malendeng, sejumlah narapidana menghasilkan beberapa karya seperti bunga-bunga dari sabun mandi, miniatur menara Eiffel dari kertas koran, kapal hias dari koran, pembungkus kotak tissue, dan sebagainya.

“Mereka kreatif tapi penyalurannya tidak ada. Terkadang, puntung rokok bekas juga dijadikan suatu hiasan. Kalau rutinitas memproduksi, kami terbatas modal,” jelas Fichri. Terpisah, Salah satu narapidana, Vonnie Sulaiman mengaku senang mengisi waktu dengan merangkai bunga. “Kalau ada orang-orang yang suka dengan kreatifitas ini, kami tentu sangat senang,” kuncinya

Source https://manadopostonline.com https://manadopostonline.com/read/2017/04/19/Sasar-Kerajinan-Rutan-Malendeng/22396
Comments
Loading...