Kerajinan Taplak Tenun Di Klaten

0 712

Kerajinan Taplak Tenun Di Klaten

Tak jauh dari kediaman Haryono, Kaur Pembangunan Desa Karangasem, yang ada di Dukuh Bengkalan, Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, ada seorang nenek yang sudah lanjut usia, tapi semangatnya bekerja tetap tinggi. Meskipun usia hampir menginjak usia 100 tahun, Mbah Asmo Sumarto, demikian nama nenek tersebut, sudah 30 tahun mengais rejeki sebagai pengepul taplak tenun setelah suaminya, Wakhid, meninggal dunia. Kalau tak bekerja, kebutuhan keluarga atau ekonomi keluarganya bisa morat-marit.

Kerja keras telah dilakukan demi mencukupi 9 anaknya yang masih kecil. Di usia 30-an tahun, Mbah Asmo memang sudah giat bekerja dan kisaran di usia 65 tahun, menjadi alih profesi sebagai pengepul taplak tenun karena faktor usia.

mbah Asmo Dengan modal pas-pasan, Mbah Asmo ulet menekuni jual beli benang tenun dan produk taplak tenun. Dikatakan, benang tenun yang dibelinya dari pedagang di wilayah Kecamatan Pedan, kemudian dibuat taplak tenun yang diselesaikan ibu-ibu tetangganya.

Saat ditemui wartawan, Mbah Asmo sedang menunjukkan sejumlah produk sinjang kecer atau taplak tenun yang dibuat dengan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Benang tenun ada yang berwarna hitam, biru dan putih. Di kediamannya terlihat gundukan benang tenun yang baru saja datang dari Pedan.

Biasanya ibu-ibu tetangganya ada mampu membuat satu gendok atau 10 buah taplak tenun dengan panjang 2 meteran. Biasanya taplak tenun ini dijual antara Rp13-15 ribu. Pengrajin tak bisa menaikkan harga terlalu tinggi, sebab persaingan di pasar sangat ketat. Harga di pasaran, kata Mbah Asmo, memang naik turun dan para pengrajin ATBM memang banyak bersabar dan tetap tegar meskipun harga taplak tenun tak menentu. Nasib ibu-ibu pengrajin taplak tenun ATBM di wilayah Dukuh Bengkalan memang banyak dan sudah puluhan tahun eksis menekuninya.

Kalau pas musim tanam padi, ibu-ibu bekerja sebagai buruh di sawah, dan waktu senggang bekerja membuat taplak tenun dengan ATBM yang ada di depan rumah mereka. Kalau buruh tanam padi biasanya hanya dikasih Rp250 ribu per patok dan dibagi 4-5 orang.

Source http://kabarepiye.com http://kabarepiye.com/mbah-asmo-sumarto-nenek-lansia-yang-geluti-taplak-tenun-di-dukuh-bengkalan/
Comments
Loading...