Kerajinan Tas Anyaman Ate Di Banyuwangi

0 394

Kerajinan Tas Anyaman Ate Di Banyuwangi

Kabupaten Banyuwangi masih asri dan memiliki banyak hutan. Salah satu hasil alam yang bisa diolah sebagai kerajinan adalah benalu dari pohon-pohon hutan yaitu Ate atau di Banyuwangi dikenal dengan Manon. Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Diseperindagtam) Banyuwangi memfasilitasi warga di beberapa desa untuk menjadi pengrajin Ate. Desa-desa itu antara lain Suko, Papring, Sumberwaru, Watu Gepeng, Gedor, Tlemung dan Gombengsari.

Salah satu perajin bernama Siti Aminah mengaku belajar menganyam ate selama empat bulan. Dia merasa senang karena Disperindagtam Banyuwangi mendatangkan pembeli sekaligus mentor untuknya.

“Tadinya Bu Mayke¬† mengajari 20 orang sekarang tersisa dua orang. Waktu itu ingin bisa dan nambah penghasilan juga. Sekarang saya juga pengepul dan juga bikin tas,” ujar Siti di Balai Desa Gombengsari, Kalipuro, Banyuwangi.


Siti menjelaskan bila dirinya sudah menggeluti anyaman ate selama hampir dua tahun. Sekarang dia bahkan mengajak keluarganya juga bergabung menggeluti anyaman ate. “Hampir 2 tahun, anak, suami dan mertua saya ajak. Dengan adanya kerjaan ini hasilnya meningkat. Hasilnya bisa sekolahkan anak,” katanya.

Tak hanya Aminah yang juga ikut menenggak manisnya kerajinan tas dari ate ini. Ada juga Zulva anak muda yang ikut bergabung dengan Aminah menganyam ate untuk menjadi tas. “Uangnya untuk ditabung. Saya memang senang dengan kerajinan makanya tertarik (belajar),” kata gadis yang saat ini kuliah di Universitas PGRI Banyuwangi ini.

Saat ini produk tas ate buatan Banyuwangi sudah diakui Japan External Trade Organization (JETRO) semacam Kamar Dagang Industri (Kadin) Jepang berkualitas baik. Pasalnya tas yang diproduksi Mayke di Banyuwangi rapi dan halus. “Saat ini berbangga hati setelah selesai saya pengiriman, tahun depan kita diminta JETRO kirim sampel untuk dipajang dia minta ada 4 macam sampel. Produk saya akan digunakan untuk mendrive pasar orang Jepang,” ujarnya bangga. Sementara itu Siti Aminah juga mengakui kerasnya didikan Mayke mmembuatnya juga ikut cerewet saat produk kerajinan yang diambilnya tidak memuaskan. Dia tidak sungkan untuk mengembalikan kerajinan itu untuk diperbaiki.

Source https://finance.detik.com https://finance.detik.com/industri/d-3194869/tas-benalu-ate-banyuwangi-tembus-pasar-jepang?_ga=2.146349302.31111911.1524099710-2015879252.1524099710
Comments
Loading...