Kerajinan Tas anyaman Di Ponorogo

0 671

Industri rumahan tas anyaman plastik bisa menembus pasar ekspor. Kerajinan anyaman asal Ponorogo ini, mayoritas dikerjakan ibu-ibu paruh baya, yang berada di mayoritas masyarakat pedesaan di Kabupaten Ponorogo sudah sejak lama, anyaman tas berbahan plastik tidak hanya dipasarkan dalam negeri tetapi sudah menembus ekspor.

Murtini, salah satu pengusaha kerajinan tas anyaman plastik mengatakan, kebutuhan ekspor tas ini cukup besar dengan omzet ratusan juta rupiah perbulan. Harga jual tiap unit untuk pasar lokal berkisar Rp 10.000 sampai Rp 75.000. Sedangkan untuk pasar ekspor, menembus Rp 14.000 sampai Rp 180.000.

Usaha ini sudah berjalan 15 tahun. Ide bisnis tas anyaman muncul ketika Murtini menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) perusahaan tas anyaman di Jakarta. Awalnya, pengembangan bisnis ini terkendala modal. Ia berulang kali mengajukan bantuan kredit dan modal dari dinas terkait, namun tidak pernah ada realisasi.

Berbekal kegigihan, ia terus berkarya dan mengikuti berbagai pameran. Ke depannya, usaha tas anyaman ini masih memiliki prospek menjanjikan. Oleh karena itu, pihaknya harus melatih warga sekitar agar memiliki kemampuan membuat tas anyaman.

Dalam proses produksi anyaman tas, kemampuan dan ketrampilan pengrajin tidak diragukan lagi. Dari hasil pengembangan model selama ini ternyata pengrajin mampu memproduksi tas yang beraneka ragam, dengan model-model yang lebih menarik dibandingkan dengan model tas yang selama ini dibuat, yaitu tas untuk keperluan belanja kepasar.

Source Kerajinan Tas anyaman Di Ponorogo Kerajinan Tas anyaman Di Ponorogo
Comments
Loading...