Kerajinan Tas Bahan Alam Di Yogyakarta

0 127

Kerajinan Tas Bahan Alam Di Yogyakarta

Sepintas, Tumijo tampak seperti warga desa lainnya di kawasan perbukitan Kulonprogo pada umumnya. Kesederhanaan dan kebersahajaanya, nampak terlihat dari pakaian yang dikenakan sehari-hari.

Kaus oblong dan celana kolor, selalu melekat di tubuhnya. Tak jarang ketika bepergian untuk jarak dekat di sekitar rumahnya, Dia berjalan dengan bertelanjang kaki. Namun dibalik kesederhanaannya, Tumijo boleh dibilang menjadi salah satu aset terbaik yang ada di desanya.

Bapak tiga anak dan kakek tiga cucu tersebut, sosok yang berkontribusi besar menjadikan Desa Tanjungharjo, bahkan Kecamatan Nanggulan, dikenal banyak orang hingga seperti sekarang. Tumijo merupakan salah satu perintis usaha kerajinan tas bahan alam di kawasan daerahnya. Dia-lah salah satu warga desa yang mengawali pembuatan tas berbahan serat enceng gondok, daun pandan atau daun gebang di desanya, yang kini begitu dikenal hingga ke mancanegara.

“Saya mulai buat kerajinan sekitar 1989. Awalnya hanya coba-coba, karena kepepet keadaan. Saya yang sebelumnya membuat mebel dari bahan kayu dan bambu, iseng-iseng pengen coba buat dari daun pandan. Ternyata bisa, hingga terus saya kembangkan pakai bahan lain seperti enceng gondok, daun gebang dan bahan lainnya,” ungkapnya.

Tumijo masih ingat betul, sebelum berkembang seperti sekarang, dulu hanya ada tiga perajin di dusunnya dan Ia merupakan salah satu diantaranya. Setelah berjalan beberapa tahun, banyak warga desa yang semula hanya memantau, akhirnya membuka usaha kerajinan secara mandiri.

Source https://www.cendananews.com https://www.cendananews.com/2018/09/tumijo-perintis-sentra-kerajinan-di-kecamatan-nanggulan.html
Comments
Loading...