Kerajinan Tas Bahan Pelepah Pisang di Lembata

0 404

Kerajinan Tas Bahan Pelepah Pisang di Lembata

Namanya, Ermelinda Kelen. Perempuan dua anak itu sejak tahun 2000, mulai merintis usahanya di bidang kerajinan kreatif. Ia menghadirkan kerajinan souvenir khas Lembata. Perempuan kreatif itu nampak sibuk memilah pelepah pisang yang baik dari yang kurang baik. Pelepah pisang yang baik itu dilap dengan kain basah dengan air bercampur bubuk detergen dan garam.

Pelepah pisang itupun dipisahkan antara kulit dengan daging. Usai dilap, puluhan pelapah pisang itupun digantung untuk dianginkan. Hasilnya, Pelepah pisang kering itupun mejadi lebih berkilau, sekaligus lebih awet.

Setelah pelepah pisang itu mengering, Ermelinda merekatkan pelepah pisang itu pada media karton, kemudian dibentuk menyerupai pola tas dan beragam bentuk kerajinan lainnya. Setelah itu pelepah pisang itu divernis agar lebih tahan.

Dibantu suaminya, Saveraphel Korvandus Sakeng, kedua pengrajin kreatif inipun mulai membentuk pola sebuah tas. Sesekali keduanya terlibat diskusi tentang tata letak benang maupun pernak pernik lainnya. Selang beberapa waktu kemudian, Jadilah tas berbahan dasar pelepah pisang berpadu sarung. Sangat khas Lembata.

Tidak mahal-mahal, sebuah tas anyaman yang dimodifikasipun dihargai 100 ribu rupiah. Demikian pula pernak pernik perhiasan perempuan, dihargai sangat terjangkau.

“Saya sedang mempersiapkan souvenir berupa tas, dan aneka souvenir untuk mengikuti Pameran di Jogjakarta. Kami difasilitasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT. Saya harap, pameran nanti menjadi ajang belajar dari teman-teman pengrajin lain. Selain menjajaki pemasaran di luar daerah,” ujar Ermelinda, ditengah kesibukannya menyelesaikan tas.

Source Kerajinan Tas Bahan Pelepah Pisang di Lembata Kerajinan Tas Bahan Pelepah Pisang di Lembata
Comments
Loading...