Kerajinan Tas Dan Clutch Berbahan Impor Di Surabaya

0 283

Kerajinan Tas Dan Clutch Berbahan Impor Di Surabaya

Melepas pekerjaan usai menikah menjadi komitmen sebagian perempuan untuk mengurus rumah tangganya. Hal ini juga dilakukan Dani Yulinar warga Surabaya, Jawa Timur yang memutuskan mengurus suami dan anak-ankanya. Namun, hal ini bukan berarti dirinya berhenti produktif. Ia terus mengasah kerampilannya dalam membuat kerajinan tangan. Mulai dari merajut, menjahit hingga membuat tas dan clutch.

Iapun tergabung dalam komunitas kerajinan tangan dan mulai mencari pasar utuk setiap produk buatannya. Banyaknya pengrajin dan mudahnya pemasaran memalui online membuatnya mencari strategi baru dalam membuat produk. Iapun memutuskan memkai bahan impor untuk kualitas yang lebih baik dan desain motif yang unik.

“Dari komunitas itu saya dapat suplier untuk bahan kain kanvas yang saya gunakan. Biasanya impor Taiwan,” ungkap wanita yang kini sedang mengandung anak ketiganya ini.

Menurutnya pasar kerajinan berbahan impor lebih mengutamakan kualitas. Iapun menunjang produknya dengan produk edisi terbatas setiap desainnya. Untuk produk satu set seperti tas dan clutch, sehingga kesan eksklusif bisa muncul untuk setiap produk.

“Saya open order kalau memang bahan sudah ada, karena biasanya untuk pesan bahan bisa sampai menunggu 2 bulan kalau ada masalah dengan pengiriman,” urainya.

Harga bahan yang ia impor menurutny bisa 3 kali lipat dari bahan lokal, sehingga ia memberikan bandrol harga yang cukup tinggi untuk produknya. Meskipun demikian setiap bulannya ia bisa meraup omset hingga jutaan rupiah.

Terkait desain, menurutnya sosial media sangat menunjang untuk desain yang akan dipakai. Seperti desain tas dengan badan tas menggunakan frame yang sedang marak saat ini. Ada pula desain tote bag yang masih menjadi tren saat ini, sehingga modifikasi hanya perlu dilakukan pada pemakaian bahan yang dikombinasikakan antara kanvas dengan kulit sintetis.

Selain itu, ia dan komunitasnya telah bergbung dalam program pahlawan Ekonomi Pemerintah Kota Surabaya. Dan beberapa produknya juga rutin dipasarkan di sentra UKM milik Pemkot Surabaya.

Source http://surabaya.tribunnews.com http://surabaya.tribunnews.com/2017/11/20/lepas-pekerjaan-usai-menikah-tekuni-craft-berbahan-impor
Comments
Loading...