Kerajinan Tas Kanvas Di Jakarta Selatan

0 122

Kerajinan Tas Kanvas Di Jakarta Selatan

Hobi dan kebutuhan seringkali menjadi titik awal munculnya ide bisnis. Pengalaman itu pulalah yang dialami Presi Mandari, founder label tas kanvas Sackai Bags. Stres dengan pekerjaan kantor membuat Presi kerap memakai waktu luangnya sepulang kerja untuk mencoba membuat tas. Terlebih, mantan wartawati ini juga memiliki kecintaan terhadap barang-barang berbahan kanvas, seperti tas dan sepatu. Terutama tas berukuran besar yang sederhana, namun fungsional. Coba-coba membuat tas kanvas tersebut dimulai ketika ia menemukan bahan-bahan kanvas berkualitas dengan harga terjangkau di pasar.

Hasil kreasi tas tersebut kemudian dibawanya ke luar rumah, termasuk pergi ke kantor. Lama kelamaan makin banyak kenalannya yang ingin memiliki tas itu, dan meminta dibuatkan. Baca juga: Yuk, Bersihkan Tas Leather dengan Cara yang Tepat… “Basically karena happy aja. Mau bikin yang kayak A, ya bikin. Lalu orang lihat dan suka. (Awalnya) sama sekali enggak ada pertimbangan khusus (untuk menjual).” Begitu cerita Presi ketika ditemui di workshop Sackai Bags, di Jagakarsa, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Owl wallet Sackai Bags. Presi juga mengaku senang bereksplorasi dengan kain. Tak hanya spesifik bahan kanvas, kain-kain katun, dan motif lain juga kerap dibelinya. Meski terkadang kain-kain itu belum dipikirkan peruntukannya. “Kadang cuma dilihatin doang udah senang,” kata Presi sambil tertawa.

Tanpa disadari, kegemaran tersebut menjadi bagian dari riset bisnisnya. Terutama untuk memahami karakter bahan, warna, hingga motif setiap kain. Produk tas pertama yang dibuatnya adalah reversible tote, sebuah tas kain model bolak-balik yang sederhana dan tidak memiliki banyak detail aksesori. Reversible tote ternyata menarik banyak peminat. Hal itu membuatnya mulai mengembangkan bisnisnya dan bekerjasama dengan sang suami, Toto Prastowo untuk membuat lebih banyak kreasi tas. Saat ini, Presi memegang peran dalam kontrol kualitas produk dan desain model produk, sementara Toto sebagai desainer grafis.

“Kolaborasi sama suami. Suami yang gambarin, disablon. Ternyata respons pasar baik,” tutur dia. Produk handmade berdesain unik Sejak awal 2014 hingga menjejaki tahun kelimanya ini, desain produk Sackai Bags banyak terinspirasi dari fauna. Beberapa ilustrasi binatang yang menjadi bagian dari desain koleksi tas Sackai Bags, seperti paus, burung hantu, capung, hingga badak. Baca juga: Membedakan Batik Tulis dan Cetak Lewat Bau Kain hingga Corak Kini muncul tema kucing pada seri koleksi terbaru yang bertajuk “Cat in The City”.

Toto, orang di balik desain-desain unik Sackai Bags, menjelaskan, gambar-gambar binatang tersebut terinspirasi dari lingkungan sekitar. Selain itu, gambar binatang juga menurut dia banyak disukai orang. Hal itulah yang kemudian menjadi jembatan bagi Sackai Bags untuk menarik para pelanggan. Seri Sackai Bags Fly Me to The Moon.(dok. Sackai Bags) “Dari situ saya deformasi, stilir. Misalnya matanya dibikin jadi satu, kadang telinganya enggak ada, dibikin agak sedikit kartun karena setiap orang pasti ingat masa anak-anak,” jelas Toto.

Meskipun kesan ‘childish’ atau kekanak-kanakan terkadang muncul, namun menurut Toto, banyak orang yang pada dasarnya senang bermain dan senang bernostalgia dengan masa lalu. “Itu ide dasarnya, di samping kami juga tinggal di kota. Kalau tinggal di daerah batik, mungkin saya akan gambar batik,” tutur dia. Beberapa desain tas Sackai Bags sengaja diberi sentuhan surealis. Misalnya, pada koleksi “Fly to The Moon”, di mana seekor kucing digambarkan seolah berubah menjadi bulan. Ada pula “Humpback Whale” yang menyatukan gambar paus dengan ilustrasi Hokusai Great Wave milik seniman Jepang Katsushika Hokusai.

Dalam mendesain, Toto mencoba bereksplorasi dengan banyak unsur untuk memberi jembatan masuk bagi para pelanggan. Sebab menurut dia, seseorang senang menggunakan produk yang memiliki unsur keterkaitan dengan diri mereka. Baca juga: Batik Cirebon-Indramayu, antara Bisnis dan Corak “Jadi ada story-nya. Entah lewat hewan, Hokusai, atau lainnya. Saya coba meraih itu agar bisa mengambil banyak peluang ke setiap orang secara pribadi,” kata dia. Beberapa bentuk produk yang dipasarkan Sackai Bags, antara lain rolltop backpack, swing bag, cross-body totebag, tote-backpack, hingga dompet dan pouch. Proses pembuatan produk memiliki waktu pengerjaan yang beragam, termasuk jumlah produk yang dihasilkan.

Namun, setiap bulannya mereka bisa menghasilkan hingga sekitar 200 buah produk. Untuk menjaga eksklusivitas koleksi, Sackai Bags tidak memproduksi kembali koleksi yang sudah habis. Sebagai ganti, mereka akan meluncurkan model produk sama dengan desain yang baru. Proses pembuatan produk Sackai Bags diawali dengan desain gambar yang dicetak pada kertas kalkir untuk dibuat menjadi film dan masuk ke kamar gelap. Setelah melalui sejumlah proses hingga film tersebut menghasilkan lubang bermotif, barulah proses sablon manual dilakukan.

Source https://lifestyle.kompas.com https://lifestyle.kompas.com/read/2019/01/22/070000620/sackai-bags-tas-kanvas-handmade-yang-dibuat-dengan-happy--
Comments
Loading...