Kerajinan Tas Manik Kayu Di Sidoarjo

0 90

Kerajinan Tas Manik Kayu Di Sidoarjo

Salah satu pengrajin Tas Manik Kayu binaan Pelindo III asal Sidoarjo, Husnul Khotimah berhasil meraup pendapatan hingga 10 juta/bulan. Sebab karyanya ini diminati para turis asal India dan Jepang.

Keterampilannya merangkai manik ini menjadi tas dimulai dari perkumpulan PKK, namun wanita yang biasa dipanggil Inung ini baru serius memulai usahanya saat bergabung menjadi binaan Pelindo III sekitar tiga tahun lalu.

“Ya, saya seneng sih mbak. Bisa berkarya. Nggak hanya sekedar jadi Ibu rumah tangga. Bisa tambah-tambah penghasilan. Tapi ya harus ulet. Ndak semua UKM binaannya Pelindo III jadi lho mbak. Harus tekun dan telaten”, ujar Husnul Khotimah.

Husnul menuturkan, kunci sukses yang ia terapkan untuk tetap bertahan dan berkarya adalah keuletan, selalu membuat target serta terus berinovasi. Namun ia mengakui sementara ini dirinya belum mampu memproduksi secara masal.

“Sebenarnya pesenan banyak mbak. Setelah ikut pameran INA Craft di Jakarta, ada orang India yang pesan tas manik minta 1 container dalam sebulan. Saya tolak karena kekurangan pekerja. Selama ini saya cuma di bantu satu orang. Lagipula ini kan handmade, jadi ndak bisa produksi banyak”, tandas Inung saat ditemui di sela pameran Fashion and Craft Grand City Surabaya.

Husnul menambahkan, selain kekurangan pekerja, ia juga mengeluhkan produksinya yang kerap terhambat sebab ketiadaan pasokan bahan baku manik kayu di pasaran.

Bisnisnya ini, lanjut Inung, merupakan salah satu penopang kehidupannya saat suaminya berhenti bekerja dari salah satu perusahaan swasta dan beralih merintis usaha pula. Tas karyanya dijual dari Rp.150.000,- hingga Rp. 500.000,-. Ia mengaku dari beberapa orang Jepang kerap mampir ke rumahnya untuk meminta diajari membuat Tas manik Kayu.

Dan sementara ini, Inung hanya berkarya untuk memenuhi stok di tiga gerai yang harus ia penuhi. EJCC Kedungdoro, Dekrana Sidoarjo dan pusat souvenir UKM Juanda. Inung menyatakan, kini sudah tak mengalami kesulitan dalam pemasaran, sebab Pelindo III sering mengajaknya berpartisipasi dalam beberapa pameran.

Namun, untuk saat ini ia sedang berkonsentrasi mengembangkan design Tas manik Kayu nya. Tapi belum terealisasi sebab waktu dan tenaganya banyak tersita untuk memenuhi permintaan stock.

“Kalau ada pameran, 10 juta bisa dapet mbak. Paling sepi, 2 juta saya masih dapat mbak”, pungkas Husna.

Source https://www.lensaindonesia.com https://www.lensaindonesia.com/2016/09/14/produsen-tas-manik-kayu-raup-keuntungan-rp-10-juta-perbulan.html
Comments
Loading...