Kerajinan Tas Resleting Di Depok

0 119

Kerajinan Tas Resleting Di Depok

Resleting identik dengan pakaian. Lazimnya, resleting untuk celana, jaket, tas, dompet dan lain-lain. Tetapi, di tangan Suta Laksana, relseting bisa menjelma beragam kerajinan tangan (handycraft). Berkat sentuhan kreatif Suta, resleting bernilai ekonomis.

Resleting itu oleh Suta, langsung disulap menjadi tas tangan (hand bag), tas kecil, tas remaja, tas laptop, tas slempang, tempat pensil, tempat tissue, dompet ring, dompet mata, tas ransel dan peci. ?Produksi kami bukan yang pertama. Tetapi, saya hanya memakai resleting YKK,? tutur Owner Nara Handycraft, Suta Laksana.

Muasalnya bilang Suta, tidak banyak yang mengenal. Hanya terbatas pada kalangan tertentu. Terutama orang-orang yang menghargai kreatifitas dan mengerti seni. Di luar itu, segmen pasar produk kerajinan tangan itu, terbagai dalam beragam tingkatan.

?Mulai dari kalangan sosialita, ibu-ibu dharma wanita, terutama ibu-ibu kantoran dan tentu anak-anak sekolah. Tetapi, konsumen kami didominasi kalangan ibu-ibu,? ulas Suta.

Diakui pria asli Cilodong, Depok, Jawa Barat (Jabar) itu, kerajinan hasil kreasinya tersebut, ide asalnya dari permintaan pelanggan untuk membuat tas dari resleting. Kemudian, ia merakit dan merancang tas permintaan konsumen tersebut murni dari resleting.

?Berkat bantuan marketing dari pelanggan itu, produk kerajinan tangan kami lumayan dikenal meski pada kalangan tertentu,? tukasnya.

Selain unik, produk besutan Suta itu juga punya keunggulan. Tahan lama, bernilai seni, kuat, banyak warna, bahan mudah didapat dan tentu sangat fleksible. Karenanya, produk itu diburu konsumen. Paling banyak diminati dompet ring, dompet mata, tempat pensil dan tas kecil.

Berikutnya, tas remaja dan slempang dan terakhir hand bag dengan segmen sosialita. ?Paling susah kalau bikin tempat tissue. Karena keempat sudutnya harus presisi. Kalau tidak, bisa melenceng dan mencong-mencong,? jelas Suta.

Soal harga, Suta menyebut relatif. Mulai dari yang terendah dilabeli Rp25 ribu hingga termahal Rp200 ribu. Dompet mata dibanderol Rp25 ribu, Peci dihargai Rp30 ribu, tempat pensil Rp35 ribu, dompet ring Rp35 ribu, tas kecil Rp50 ribu, tempat tissue Rp60 ribu, tas remaja Rp60 ribu, hand bag Rp150 ribu, dan tas ransel Rp200 ribu.

?Kalau tengah sepi omset Rp10-15 juta. Tapi, kalau ramai macam musim masuk sekolah, omset bisa menyentuh Rp20 juta,? tukasnya.

Omset itu bilang Suta didapat dengan hanya mengandalkan pola pemasaran tradisional. Belum mengandalkan media sosial macam facebook, twitter, instagram dan lainnya. Caranya, selain mengikuti pameran, Suta harus door to door dari satu toko ke toko lainnya.

Tindakan itu dilakukan hingga saat ini, di mana pola kemunikasi sudah dijalani dengan platform digital. Belum ada rencana untuk memakai media sosial. Kalau pun harus memakai jasa media sosial, barang kami harus memakai kode,? tegasnya.

Source https://radartegal.com https://radartegal.com/berita-lifestyle/wow-resleting-ini-bisa-jadi-tas.17995.html
Comments
Loading...