Kerajinan Tas Rumput Gambut Di Banjarbaru

0 159

Kerajinan Tas Rumput Gambut Di Banjarbaru

Ibu-ibu di Kampung Purun, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan memiliki kebiasaan baru untuk mengisi waktu senggangnya di sela bertani. Mereka mengolah purun menjadi tas anyaman.

Purun merupakan tanaman khas lahan rawa gambut, biasa menjadi berbagai macam kerajinan berjenis purun tikus (Eleocharis dulcis). Tanaman ini berwarna abu-abu hingga hijau mengkilat, daun mengecil sampai ke bagian basal, pelepah tipis seperti membran. Ujung asimetris, berwarna cokelat kemerahan.

Kebiasaan baru ini sudah berjalan dua tahun belakangan. Mereka memanfaatkan purun yang tumbuh di liar di daerah rawa dan tanah gambut setinggi semeter di belakang desa mereka. Ibu-ibu kampung purun memotong rumput ini dan mengolahnya.


Seorang warga, Salasiah biasa menjemur purun di halamannya sembari ditabur abu. Saat matahari terik, dua hingga tiga hari, purun sudah kering. Namun saat hujan, butuh waktu sepekan hingga 10 hari tanaman ini untuk kering.

“Itulah kenapa kami mengharapkan jangan hujan. Karena kalau hujan lahan gambut tergenang dan purun susah untuk kering,” jelasnya ketika ditemui detik.com dan sejumlah media bersama peserta Jambore Gambut di kampung Purun.

Setelah kering sempurna, Salasiah, mengikat purun tersebut dan menumbuknya dengan mesin hingga tiap batang dalam ikatan menjadi rata. Purun itu-pun siap untuk dianyam menjadi tas.

Pemanfaatan purun ini menjadi rejeki tambahan bagi warga kampung. Dulu, ketika belum mengenal mesin penumbuk, mereka menjual purun ke kampung lain. Satu ikat purun dihargai Rp 5.000 ribu, jika sudah kering dan ditumbuk harganya meningkat lima kali lipat menjadi Rp 25.000 perikat.

Kala itu masyarakat kampung masih menggunakan penumbuk tenaga manusia. Keahlian mereka menganyam purun-pun hanya sekedar untuk membuat tikar. Namun kini mereka sudah bisa membuat tas.

Source https://finance.detik.com https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3997194/mengais-rejeki-dengan-tas-rumput-gambut
Comments
Loading...