Kerajinan Tas Unik Dari Bungkus Kopi Di Semarang

0 392

Kerajinan Tas Unik Dari Bungkus Kopi Di Semarang

Sampah plastik merupakan masalah pelik yang dihadapi masyarakat. Sampah rumah tangga ini seringkali menggunung di sebarang tempat. Untuk mengurangi volume sampah, perlu upaya pengolahan kembali.
Seperti yang dilakukan Rima Halimah warga RW 03 Kelurahan Karangkidul Kecamatan Semarang Tengah. Melalui tangan dinginnya, perempuan asal Garut ini menyulap sampah plastik menjadi berbagai produk yang bisa menghasilkan uang.
Idenya berawal saat dia berjualan kopi di Garut. Dia terpikir mengolah bungkus kopi menjadi sebuah tas. Kebetulan di Garut terdapat tempat wisata Cipanas yang berhawa dingin, sehingga kopi yang dia jual cukup laris. Tiap hari, Halimah mengumpulkan bekas bungkus kopi.
Bekas sachet itu kemudian diolah menjadi berbagai produk seperti tas, tempat tisu, tempat pensil, bahkan tikar. Hasilnya dijual di tempat wisata Cipanas. Namun sayang karena daya beli lemah, produknya pun dijual dengan harga minim. “Di sana daya belinya lemah. Tas hanya laku dengan harga 20 ribu sampai 25 ribu,” jelasnya.

Sampai akhirnya, pada 2010 Halimah bersama suaminya Azis Abdullah (31) kembali ke Semarang untuk meneruskan usaha olah limbah tersebut. Barang hasil karya Halimah pun banyak diminati dengan harga sesuai. Hanya bermodal Rp 100 ribu, usahanya bisa berjalan meskipun terkendala modal.
Halimah mengaku dia tidak pernah mengenyam pendidikan ketrampilan merajut. Keahliannya dalam mengolah bungkus kopi ini merupakan otodidak. “Iseng-iseng aja, nggak pernah belajar. Ternyata bisa jadi tas, tempat tisu, bahkan tikar,” katanya sambil merajut plastik menjadi tempat tisu.
Setiap hari, sembari menjaga warung yang berada di Jalan Ki Mangunsarkoro tepatnya di depan Kantor Pertanahan Provinsi Jateng, Halimah membuat kerajinan olahan bungkus kopi.
Dalam pemasaran, Halimah dibantu suaminya Azis, melalui pameran dan bazar yang biasa diselenggarakan pemerintah. Juga dijual di warung kecil miliknya. “Biasanya lewat bazar pemasarannya, bahkan dulu saat ada bazar di Kelurahan Karangkidul tas buatan istri saya diborong oleh Bu Wali,” kenangnya.
“Kami ingin ada kemitraan sehingga ada modal untuk mengembangkan usaha ini. Rencananya jika sudah ada, akan saya berdayakan teman-teman di komunitas penyandang difable untuk juga membantu membuat tas dari sampah plastik,” harapnya
Source https://hariansemarangbanget.blogspot.com/ https://hariansemarangbanget.blogspot.com/2012/06/ciptakan-tas-unik-dari-bungkus-kopi.html
Comments
Loading...