Kerajinan Tempat Buah Dari Kerang Di Denpasar

0 295

Kerajinan Tempat Buah Dari Kerang Di Denpasar

Kerajinan tempat untuk buah dari bahan kerang sudah sejak tahun 2007 ditekuni oleh Muhammad Syafi’i Udin (32). Kerajinan karya pria asal Kepulauan Ra’as, Desa Brakas, Sumenep ini beraneka ragam. Sebut saja di antaranya tempat buah, tempat saos dan tempat talam.

“Kalau untuk bahannya mulai dari kerang kapes, kerang hijau dan gewang. Ada juga yang dihiasi batok kelapa, kayu manis dan kayu jati,” ucapnya saat ditemui di rumah produksinya, Jalan Wijaya Tiga, Suwung Kauh, Denpasar Selatan.

Udin menjelaskan proses pembuatan kerajinan tempat buah dari kerang. Untuk membentuk model tempat, menggunakan resin. Kemudian, dihiasi dengan aneka kerang yang sudah dibentuk dengan menggunakan mesin dinamo. Bentuknya mulai dari segi empat memanjang, bulat dan segitiga.

Setelah selesai dibentuk, kerang-kerang tersebut ditempel dengan rapi menggunakan lem merk Fox. Saat tempelan kering, agar lebih kuat diberi resin cair kembali dan dijemur sampai kering. Selanjutnya diamplas hingga mengkilat.

“Kalau bentuk dasarnya dibuat dari bahan resin dulu. Kalau tempat buah bentuknya mirip perahu, kalau untuk talam ada yang kotak, ada juga yang berbentuk love. Iyatergantung pesanan saja,” tutur udin.

Selain dihiasi dari kerang, ada juga yang dihiasi dengan batok kelapa dan kayu. Udin mengungkapkan, dalam sebulan dia bisa menyelesaikan 100 buah kerajinan.

Untuk ukurannya,antara 10 cm hingga 40 cm. “Kalau yang besar itu biasanya dibuat tempat buah atau talam. Tapi kalau yang kecil itu buat tempat saos,”imbuhnya.

Soal harga, Udin mematok harga bervariasi, Untuk kerajinan kerang seperti tempat buah Rp45 ribu per biji. Kalau tempat saos dibanderol Rp8 ribu per biji.

Udin menjajakan produknya di pasar seni, seperti di Ubud Gianyar dan Denpasar. Ada juga art shop yang langsung memesan kerajinan kerangnya.

“Kalau yang order, biasanya untuk diekspor ke luar negeri. Setau saya biasanya dikirim ke Amerika Latin atau Spayol. Biasanya begitu, kalau saya di sini hanya buat saja,” ucapnya.

Dia mengaku omzetnya tidak menentu, tergantung pesanan. Dalam pengerjaan, Udin dibantu istrinya. Jika banyak pesanan, dia menyewa tenaga bantuan yang dibayar per hari.

“Kalau ramai bisa sampai Rp25 juta. Kalau sepi kadang sampai 15 juta. Iya alhamdulillahcukup, bisa menyambung hidup. Karena keuntungan tipis, mana buat bayar kontrakan, mana buat modal lagi untuk buat tempat kerang ini,” tutupnya.

Source https://www.timesindonesia.co.id https://www.timesindonesia.co.id/read/189721/20181114/164249/menengok-kerajinan-tempat-buah-dari-kerang/
Comments
Loading...