Kerajinan Teng-tengan Khas Semarang

0 251

Kerajinan Teng-tengan Khas Semarang

Banyak hal dilakukan oleh masyarakat Kota Semarang dalam mengisi kegiatan di bulan Ramadan. Salah satunya dengan membuat teng-tengan. Teng-tengan merupakan kerajinan khas Kota Semarang yang telah ada sebelum Indonesia merdeka. Dahulu, teng-tengan ini digunakan sebagai penerang untuk menyemarakkan bulan Ramadan dan sebagai penerang warga untuk ke musola di malam hari, saat Kota Semarang belum dialiri listrik.

Bentuknya hampir seperti lampion. Namun, jika dinyalakan akan ada gambar siluet hewan bergerak yang timbul dari bayangan yang ditata berjajar mengelilingi lilin di tengahnya.

Junarso, salah seorang pengrajin teng-tengan di Kampung Purwosari Perbalan, Kecamatan Semarang Utara menyebutkan, setiap tahunnya secara turun temurun sejak tahun 1942, keluarganya selalu rutin membuat teng-tengan.

“Keluarga saya sudah turun temurun membuat teng-tengan. Dulunya, buyut-buyut saya, kemudian diteruskan bapak saya. Sekarang, saya meneruskan tradisi membuat teng-tengan,” tutur Junarso.

Selain disebut dengan teng-tengan, kerajinan ini juga disebut dengan dian kurung yang artinya lampu kurung. Seiring berjalannya waktu dan semakin jarangnya pengrajin teng-tengan di Kota Semarang, membuat teng-tengan tidak mudah ditemui.

“Kalau dulu, teng-tengan ini dijual keliling kampung. Biasanya, sama anak-anak sini. Namun, kadang ada pesanan dari luar kota, seperti Yogyakarta, Surabaya, hingga Bandung,” ucapnya.

Ayah tiga anak ini mengaku, hanya membuat teng-tengan di bulan Ramadan, setiap harinya ia sendiri berprofesi sebagai pengemudi becak. Satu buah teng-tengan buatannya ini biasa ia jual dengan harga Rp 15.000.

“Sehari, ya, paling saya bisa buat 20-25 teng-tengan. Lumayan bisa menambah rizki di bulan Ramadan. Apalagi, kalau pas ada pesanan skala besar dari luar kota,” imbuhnya.

Source https://jateng.merdeka.com https://jateng.merdeka.com/seni/teng-tengan-kerajinan-khas-semarang-yang-kian-susah-ditemui-1706063.html
Comments
Loading...