Kerajinan Tengkorak Hewan Ukir Di Badung

0 180

Kerajinan Tengkorak Hewan Ukir Di Badung

Di Musim Kurban seperti saat ini, banyak bekas kepala hewan kurban seperti Sapi, Kambing dan Kerbau yang sering tidak dimanfaatkan. Namun hal itu tidak berlaku bagi Usep Supriatna, salah seorang perajin asal Bandung yang memanfaatkannya menjadi salah satu kerajinan yang bernilai tinggi.

Dengan membuka sebuah Toko di Jalan Patih Jelantik no 100x, Kuta, Badung, Usep Supriatna menyulap ratusan kepala hewan kurban itu menjadi kerajinan ukir tengkorak dengan seni tinggi sehingga diminati oleh wisatawan yang sedang berlibur di Bali.

“Bahan baku tengkorak hewan ini kami diambil dari Jawa, Bandung, Jawa Timur dan Sumba,” kata Usep

Usep menjelaskan cara pembuatan, pertama kali yang harus dilakukan adalah pemilihan bahan baku yang harus berkualitas. Semisal tengkorak dalam kondisi utuh, dan tanduk dengan ukuran yang besar, dengan tujuan agar dalam proses pengukiran lancar dan bagus.

Tahap kedua, kepala hewan yang sudah dipilih itu kemudian dibersihkan dengan cara direndam menggunakan air kimia selama dua jam. Itu dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa serat daging dan kulit.

Pada saat perendaman, tanduk akan lepas dengan sendirinya dari tengkorak kepala hewan tadi. Kemudian tengkorak tersebut dijemur diterik matahari selama kurang lebih dua hari.

Proses pembuatan satu ukiran tengkorak mulai dari pengambilan, sampai jadi pajangan yang indah, membutuhkan waktu satu minggu.

“Kemudian tengkorak kepala hewan itu diukir menggunakan mesin khusus. Kepala yang dipilih harus besar dan masih utuh dengan tanduknya, Kalau tidak utuh atau pecah-pecah, susah mengukirnya, jelek,” ujarnya.

Setelah itu, tengkorak tersebut diwarnai dengan berbagai warna, sesuai permintaan konsumen. Biasanya wisatawan lebih menyukai warna yang natural atau hanya dilapisi plitur khusus agar tampilannya lebih antik.

“Kita menuruti permintaan, banyak yang natural, dan warna antik gitu. Untuk perawatannya sendiri cukup gampang. Intinya harus rajin dibersihkan, dan disemprot menggunakan cairan untuk serangga, agar isi tulang tidak termakan rayap,” kata pria yang masih lajang ini.

Usahanya ini cukup menjanjikan, karena kerajinan ini diminati oleh mancanegara, meliputi Australia, Amerika, dan Eropa.

Dalam sebulan, rata-rata dia mampu mengekspor 200 biji tengkorak setiap bulannya. Kebanyakan mereka beli untuk hiasan, maupun dekorasi ruang tamu serta kamar.

Untuk harga jualnya terbilang cukup bervariasi, tergantung dari besarnya tengkorak hewan tersebut. Rata-rata dijual dengan harga mulai dari Rp1 Juta hingga Rp3 Juta.

“Yang paling mahal itu tengkorak kerbau, karena besar dan juga tanduknya yang panjang,” pungkasnya.

Source https://www.cendananews.com https://www.cendananews.com/2018/08/kerajinan-tengkorak-hewan-ukir-diminati-wisatawan-luar-negeri.html
Comments
Loading...