Kerajinan Tenun Air Brush Di Gianyar

0 282

Kerajinan Tenun Air Brush Di Gianyar

Penemuan kerajinan tradisional tenun dengan teknik “air brush” oleh pengrajin asal Desa Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, mampu menggeliatkan persaingan usaha di bidang perbatikan.

Memang batik sudah ada sejak era Kerajaan Majapahit berkuasa dan populer hingga akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan semuanya jenis batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an. Motif dan corak batik pun makin bervariasi seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi.

Khusus untuk di Pulau Bali, batik mulai berkembang pada 1970. Di Pulau Dewata, perkembangan batik terus memengaruhi para pengrajin tenun tradisional untuk terus berkreasi.

Hingga 2009, penemuan spektakuler dilakukan oleh Ida Bagus Adnyana, salah seorang pengrajin tenun asal Desa/Kecamatan Blahbatuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar Bali.

Pria yang sejak tahun 1991 menekuni dunia tenun atau membuat pakaian dengan benang menyerupai batik itu menemukan tenun “air brush” yang diawali dari menggambar desain melalui teknik penyemprotan di atas kain tenun.

Ditinjau dari segi teknik pembuatan memang ada perbedaan, akan tetapi hasil akhirnya sulit dibedakan antara batik tulis dan batik “air brush”.

“Dalam sehari kami bisa menghasilkan 15 meter kain tenun yang sudah didesain,” katanya.

Perbedaan itu hanya terletak pada proses pembuatan. Kalau batik ala Jawa biasanya motif dibuat di atas kain, seperti batik tulis yang membutuhkan waktu antara dua hingga tiga bulan, maka batik cap proses pembuatannya cukup singkat, hanya dua sampai tiga hari. Ada juga batik lukis yang dibuat seperti orang melukis di atas kanvas dengan waktu yang relatif lama juga.

Sementara itu, batik dengan teknik “air bush” bagi Bagus Adnyana bukan pekerjaan yang susah. “Kalau membatik itu motif langsung dibuat di atas kain, kalau menenun itu menggunakan kain yang diwarnai kemudian dirajut sesuai dengan motif,” kata pria yang bakal mendapatkan penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas penemuannya itu. Hasilnya pun tidak jauh berbeda dengan motif batik. “Mungkin hanya perbedaan nama saja,” katanya menambahkan.

Source https://bali.antaranews.com https://bali.antaranews.com/berita/14643/tenun-air-brush-geliatkan-persaingan-batik-bali
Comments
Loading...