Kerajinan Tenun Cepagan Di Batang

0 352

Kerajinan Tenun Cepagan Di Batang

Siapa sangka di Kabupaten Batang ada kampung pengrajin kain tenun yang produknya banyak diincar oleh wisatawan dari benua Eropa.

Walaupun masih mengandalkan alat tradisional, namun kain tenunan buatan Desa Cepagan Kecamatan Warung Asem Kabupaten Batang tak kalah dengan buatan pabrik atau mesin modern. Supriyanti satu di antara penenun di RT 5 RW 3 Kampung Tenun Cepagan mengaku dirinya sudah puluhan tahun belajar mengoprasikan alat tenun tradisional.

“Dulu diajari sama ayah, ya sekarang meneruskan, kalau sehari bisa menghasilkan 10 meter kain tenun,” ujarnya. Wanita berusia 47 tahun tersebut mengatakan, alat tradisional semakin hari semakin berkurang karena digantikan dengan mesin.

“Kalau baru belajar pasti sangat sulit, karena butuh ketelatenan, beda dengan jaman dahulu, banyak yang bisa mengoperasikan alat tenun tradisional, sekarang hanya bisa dihitung jari karena tidak mau repot kebanyakan diganti dengan mesin modern,” paparnya.

Namun Supriyanti akan tetap mengajarkan ke anak-anaknya, karena ia menganggap keahlian memenun kain merupakan warisan dari leluhur. Sementara itu Ahmad Sofa satu di antara pemilik industri tenun di Desa Cepagan mengakui hasil tenunan warga Desa Cepagan diminati hingga Eropa.

“Hasil tenunan warga Desa Cepagan diminati hingga manca negara, yang sering berkunjung dari Italy dan Tiongkok,” imbuhnya. Ahmad menambahkan karena kerapian hasil tenunan warga Desa Cepagan manjadi daya tarik pembeli.

“Selain Italy, terkadang pembeli berasal dari Bali, Lombok dan Kalimantan, kalau harga sama saja entah yang beli orang luar atau Indonesia, paling murah Rp 10 ribu dan termahal Rp 40 ribu,” bebernya. Menrutnya walaupun digerus oleh alat modern namun tenun yang dihasilkan oleh warga Desa Capagan masih diminati.

“Kami hanya kalah dijumlah produksi, karena masih manual tanpa bantuan mesin modern, kalau kuwalitas kami jamin, kain tenun buatan desa kami tidak kalah dengan buatan pabrik,” pungkasnya.

Source http://jateng.tribunnews.com http://jateng.tribunnews.com/2018/03/08/mendunia-kain-tenun-cepagan-warungasem-batang-diminati-pasar-eropa
Comments
Loading...