Kerajinan Tenun Di Desa Tedunan

0 119

Kerajinan Tenun Di Desa Tedunan

Sedikitnya 245 warga Desa Tedunan, Kecamatan Wedung bekerja sebagai pembuat kain tenun. Potensi tersebut akan didorong Pemkab Demak agar Desa Tedunan dikembangkan menjadi setra kerajinan tenun.

Sejak selapas Subuh, suara khas alat tenun tradisional seperti saling menyapa, menandakan warga yang bermukim di RT 02 RW02 Desa Tedunan, Kecamatan Wedung mulai beraktifitas. Suara tersebut menunjukkan denyut nadi perekonomian mulai membuka tabir pagi yang masih terlihat gelap. Aktivitas seperti itu, menurut Kepala Desa Tedunan, Zaenal Afif bukan hanya dilakukan kaum Hawa, tetapi juga kaum Adam. Di setiap rumah rata-rata terdapat dua unit Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang dikenal warga sebagai mesin gragrakan. ”Mungkin karena bunyinya mesin grak-grak sehingga kami mengistilahkan mesin gragrakan,” ujarnya menjelaskan kepada Sekda Demak Singgih Setyono yang berkunjung ke desa tersebut, kemarin.

Di desanya terdapat sekitar 245 keluarga yang menggantungkan pekerjaan pada pembuatan kain tenun troso. Selama ini mereka menjadi pekerja buruh, karena mesim yang ada di rumah warga merupakan mesin pinjaman dari pengusaha tenun di Desa Troso, Jepara. ”Pekerjaan ini telah menjadi sumber penghasilan utama sebagian warga desa ini,” ujarnya.

Salah seorang warga, Khafidin yang sudah 15 tahun menekuni pekerja itu mengaku menyukai usaha membuat tenun karena bisa dikerjakan di rumah sehingga dapat disambi dengan pekerjaan harian lain seperti bertani. Dalam sehari, dia dapat menyelesaikan kain tenun sebanyak 7 potong yang masing-masing berukuran 1 meter x 2,25 meter. Jasa untuk setiap kain dihargai sebesar Rp 10.000. Warga lainnya, Ahmad Saefuri dan istrinya Miftahul Yuliati juga menggeluti pekerja pembuat tenun troso. Dia mengaku dalam sehari dapat menyelesaikan sekitar 10 potong.

Menurutnya, pekerjaan tersebut tidak memerlukan keahlian khusus, karena peralatan yang ada bisa langsung dipraktikan oleh semua orang. ”Bukan hanya orang tua, anakanak juga bisa membantu membuat kain troso,” ungkapnya.

Melihat banyaknya warga yang bekerja sebagai pengrajin kain tenun, Singgih Setyono meminta Kepala Desa Zaenal Afif untuk mengembangkan desa tersebut sebagai sentra kerajinan kain tenun. Untuk mendukung program tersebut dapat disinergikan dengan dinas Perdagangan, UKM dan Koperasi. ”Akan kami dorong dan dukung agar bisa menjadi sentra kerajinan kain tenun. Namun tentunya perlu perencanaan yang matang,” tuturnya.

Untuk mendukung sebagai desa sentra kerajinan kain tenun, maka harus diupayakan agar warga memiliki alat pembuat kain tenun sendiri, bukan pinjaman. ”Selama ini ereka sudah memiliki keterampilan dan pengalaman yang cukup sehingga bisa dikembangkan lebih maju lagi,” ujar Sekda.

Source https://www.suaramerdeka.com https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/150662/tedunan-didorong-jadi-sentra-kerajinan-tenun
Comments
Loading...