Kerajinan Tenun Di Klaten

0 435

Kerajinan Tenun Di Klaten

Kabupaten Klaten merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terkenal dengan industry kecilnya. Letaknya cukup strategis yaitu diantara Kota Solo dan Kota Jogja. Berbagai macam industry kecil terdapat di Kabupaten Klaten mulai dari jenis konveksi, makanan olahan, hingga kerajinan. Salah satunya yang paling banyak adalah industry kecil berupa industry tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) Lurik di Kabupaten Klaten. Industri tersebut menjadi industry unggulan dan utama di Kabupaten Klaten.

Tenun adalah proses membuat kerajinan dari bahan kain, menggunakan benang yang dimasukkan secara menyilang dan berulang-ulang yang dibuat dengan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Sedangkan kain tenun lurik sendiri adalah kain yang berpola bergaris – garis sehingga disebut lurik.

Jumlah pengrajin tenun lurik di Klaten menurut data BPS tahun 2012 sekitar 1200 pengrajin yang menyebar hingga berbagai wilayah. Keberadaan lurik tersebar di beberapa kecamatan antara lain Pedan, Cawas, Bayat, Delanggu, Juwiring dan Karangdawa. Dari beberapa wilayah tersebut, keberadaan lurik yang sangat berkembang berada di Desa Tingsing, Kecamatan Cawas. Oleh karena itu, desa Tlingsing telah ditetapkan pemerintah Kabupaten Klaten sejak tahun 2011 melalui Surat Keputusan Bupati telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Tenun ATBM Lurik di Kabupaten Klaten. Salah satu perajinnya adalah Lita Gita Pertiwi.

Proses Tenun Lurik ATBM sangatlah rumit, maka tak heran hanya yang berpengalaman saja yang bisa menenun dengan baik, rata – rata mereka yang menenun usianya lebih dari 40 tahun. Karena selain rumit juga diperlukan kesabaran ekstra tinggi karena proses yang panjang.

Proses Pembuatan Kain Tenun.

Bahan baku yang digunakan oleh pengrajin tenun ATBM adalah biasanya adalah katun. Untuk benang yang digunakan untuk membuat motif adalah benang lungsen. Dan benang yang digunakan untuk membuat warna adalah benang pakan. Kemudian Proses pewarnaan dilakukan dengan pewarnaan buatan yaitu lindhetren dan naptol supaya tidak luntur. Para pengrajin biasa mencuci di sumur atau di sungai.

Setelah itu dicuci dan dijemur hingga kering. Waktu penjemuran memerlukan waktu 1 hari bila cuaca sedang cerah. Proses selanjutnya adalah proses nglthek yaitu proses menggulung benang Lungsen yang digunakan untuk pembuatan motif lurik dengan menggunakan alat klethek.

Proses yang juga dilakukan adalah proses maklet yaitu proses menggulung benang Pakan yang digunakan untuk membuat warna lurik dengan menggunakan alat palet

Proses selanjutnya adalah proses nyekir menyusun benang yang digulung pada kletehek dan ditaruh pada rak sekir untuk dibuat motif tenun ATBM. Proses selajutnya adalah proses nyucuk yaitu proses memasukkan benang satu per satu ke alat ATBM yang disebut tustel. Biasanya benang yang digunakan sebesar satu boum untuk sekali nenun.

Proses selanjutnya adalah menenun dengan alat tustel tersebut. Alat tustel merupakan alat untuk memproduksi tenun ATBM. Alat tersebut terdiri dari boum, gun, sisir, teropong, peker Proses selanjutnya adalah finishing untuk menghaluskan kain tenun lurik.

Source https://www.kompasiana.com https://www.kompasiana.com/hanungprabowo/ayo-kunjungi-desa-wisata-tlingsing-desa-sentra-tenun-atbm-lurik_552e00fa6ea834b9188b4567
Comments
Loading...