Kerajinan Tenun Gedog Di Tuban

0 175

Kerajinan Tenun Gedog Di Tuban

Uniknya, kerajinan ini hanya dikerjakan oleh warga Desa Margorejo, Gaji dan Karangrejo, Kecamatan Kerek, yang letaknya sekitar 27 km arah barat Tuban. Saat ini Tenun Gedog sudah jarang bisa ditemui karena hanya tinggal beberapa generasi usia lanjut yang menekuninya.

Generasi muda di desa itu banyak yang memilih pekerjaan membatik daripada menenun. Alasannya, proses persiapan dan pengerjaan Tenun Gedog selain rumit juga butuh waktu lama. Untuk persiapan saja dibutuhkan waktu empat hari, sedangkan pengerjaannya biasanya bisa sampai satu bulan penuh. Selain itu, kebiasaan warga yang lebih mengutamakan mengerjakan ladang atau sawahnya, membuat kerajian Tenun Gedog hanya sebagai pekerjaan sambilan.

Akibatnya , bila tiba musim tanam atau panen, kerajinan gedog ditinggalkan. Pada saat itu tak bisa menemukan warga yang menenun Gedog. Mereka lebih mengutamakan ke ladang, kebun atau sawahnya daripada menenun Gedog. Tidak peduli meski saat itu sedang ada banyak pesanan. Para perajin Gedog tak hanya menggunakan pewarna sintetis, tapi juga yang Alami. Repotnya, banyak pewarna alami yang belum mereka kenal. Selama ini mereka hanya mengenal wit tarum atau wit tom alias pohon nila untuk mendapatkan Warna biru tua. Sulitnya, Tanaman ini tidak mudah didapat, karena jarang ditanam oleh penduduk. Padahal menanamnya mudah dan tidak butuh perawatan khusus.

Pewarna alami yang digunakan itu antara lain daun dan kulit jambu mete, kulit pohon jambu biji, akar mengkudu, kayu secang, dll. Yang bisa menghasilkan warna coklat dan krem. Bentuk kerajinan Gedog sebenarnya beraneka rupa. Sebut saja mulai dari kain Tenun Gedog, kain tenun motif non-gedog, kain batik non-Gedog, sampai kain seser. Kain Tenun Gedog itu kain hasil tenun berhiaskan Motif Gedog. Sedangkan kain batik Gedog terbuat dari bahan kain non-tenun yang berhiaskan Motif Gedog.

Selama ini ada sekitar 22 motif asli Gedog, di antaranya Motif Panji Konang, Panji Serong, Gganggeng, Kembang Randu, Kembang Waluh, Cuken, Melati Selangsang, Satriyan, Kijing Miring, Likasan Kothong, Guntingan. Umumnya, hiasan motif berupa penghalusan dari bentuk tanaman, satwa, dan bentuk-bentuk abstrak yang penuh dengan hiasan titik, garis lurus, dan garis lengkung. Ada juga hiasan berupa guratan-guratan yang pecah seperti permukaan marmer.

Sedangkan kain tenun motif non-gedog dihasilkan dari permainan warna barang tenunannya. Sekilas kain jenis ini tidak banyak berbeda dengan kain tenun dari daerah lain. Motifnya antara lain Usik, Dom Sumelop, Kembang Batu, Batu Rante, Intip Iyan, Semar Mendem, Sleret Blungko, dsb.

Source https://www.kompasiana.com https://www.kompasiana.com/jelajah_nesia/tenun-gedog-yang-unik-dan-khas-di-tuban_552a31926ea834523d552d08
Comments
Loading...