Kerajinan Tenun Songket Di Rokan Hilir

0 228

Kerajinan Tenun Songket Di Rokan Hilir

Bunyi khas alat tenun bukan mesin terdengar nyaring ditelinga di sebuah rumah di jalan Lintas Ujung Tanjung – Bagan Siapiapi Dusun Bencah Seribu Kepenghuluan Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, terlihat seorang ibu beranak satu ini sedang melakukan kegiatan kerajinan tangan tenunan songket khas Melayu Rokan Hilir.

Yesi pemilik karya Tenun “Yesi songket Melayu Rohil ” dirumahnya terlihat ada dua alat tenun bukan mesin (Atbm) namun terlihat hanya satu alat tenun yang saat itu dioperasikan. Yesi banyak menceritakan kepada spiritriau.com, usaha tenunan miliknya ini dirintisnya sejak 2011 lalu bersama suaminya Erwin yang bekerja sebagai eksternal disalah satu perusahaan pembiayaan (leasing), menurutnya hasil karya tenunnya sudah banyak juga dipesan oleh orang luar dari Rohil.

Yesi menceritakan bahwa kepandaian menenun kain songket ini ia dapatkan dari kakaknya di Pekanbaru saat ia masih gadis. Dijelaskannya penenunan merupakan proses penyelesaian akhir untuk menghasilkan selembar kain khas yang merupakan produk asli buatan tangan (handmade).

“Pengolahan bahan baku ini tidak bisa dipandang sepele karena sangat membutuhkan ketelitian, ketelatenan dan kesabaran, ” ujarnya.

“Jika tidak benar-benar serius mau belajar, pasti tidak akan bisa karena menenun songket ini susah-susah gampang. Awalnya sangat susah sekali, tapi jika sudah biasa, sudah seperti gerakan otomatis saja,” ujarnya

Dari hasil karya tenunanya yang dipasarkan berpariasi, mulai dari harga 200 ribu hingga 1.5 juta Rupiah, “tergantung motif dan corak yang diinginkan, ” jelasnya. Namun dirinya juga banyak mengeluh, sebab saat ini ia hanya bisa menenun apa adanya saja, karena keterbatasan dana yang ada.  Yusi berharap kepada pemerintah daerah, agar dapat memperhatikan usahanya sebagai pengrajin tenunan songket khas Melayu. ” Selama ini kami belum pernah ada pihak pemda atau pejabat lain yang memberikan motivasi atau perhatian kepada kami padahal ini adalah salah satu budaya aset daerah yang perlu dilestarikan agar tidak hilang, ” tuturnya dengan logat bahasa Melayunya.

Source http://spiritriau.com http://spiritriau.com/view/Ekbis/85331/Pengrajin-Tenun-Yesi-Songket-Melayu-di-Ujung-Tanjung-Butuh-Perhatian-Pemkab-Rohil.html#.WvTs3vmFO1s
Comments
Loading...