Kerajinan Tenun Ulos Khas Batak Di Samosir

0 626

Kerajinan Tenun Ulos Khas Batak Di Samosir

Sebagai masyarakat Indonesia, tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan Batik yang merupakan kain khas suku Jawa. Batik merupakan warisan turun temurun dari generasi ke generasi yang telah melekat di benak masyarakat Indonesia dan telah menjadi budaya Indonesia sejak dahulu, bahkan batik pun telah mendapatkan pengakuan secara internasional oleh badan dunia PBB yang bernama UNESCO dan PBB pada tahun 2009 yang lalu.

Kain Batik juga menarik perhatian bangsa-bangsa lain di dunia. Hal itu dibuktikan dengan semakin banyaknya wisatawan mancanegara yang berminat untuk melihat bagaimana proses pembuatan kain batik dengan menyambangi kawasan pembuatan batik tradisional di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, bahkan beberapa diantara mereka juga mengikuti kursus pembuatan batik di kedua Provinsi tersebut.

Selain Batik, masih banyak kain tenun asli Indonesia yang juga menjadi warisan secara turun temurun. Beberapa diantaranya yang kita kenal adalah Kain Ulos yang berasal dari etnis Batak di Sumatera Utara, Kain Songket yang berasal dari etnis Melayu di Riau dan Kepulauan Riau serta beberapa yang berasal dari Sumatera Selatan ataupun kain tenun lainnya yang jumlahnya ada puluhan jenis dan tersebar di setiap daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Semua kain tenun tersebut mempunyai ciri khas tersendiri dari daerah asalnya, bahkan dalam satu daerah kain tenun tersebut juga terbagi dalam beberapa motif yang berbeda. Dan biasanya kain tenun tersebut digunakan pada saat moment-moment tertentu yang digelar di daerah asalnya.

Berbicara tentang kain tenun, di Sumatera Utara ada sebuah perkampungan dimana masyarakatnya merupakan pengrajin kain tenun. Komunitas Pengrajin Kain Tenun Ulos, begitulah nama komunitas ini. Terdapat di Desa Lumban Suhi Suhi yang merupakan sebuah desa kecil di Pulau Samosir yang kaya akan tradisi dan kebudayaan Batak nya.

Komunitas Pengrajin Kain Tenun Ulos merupakan komunitas yang terdiri dari para pengrajin yang mempunyai kegemaran dalam menenun kain Ulos, sebagai kain khas etnis Batak. Ulos telah menjadi ciri khas etnis Batak sejak masa dahulu, dan biasanya dipakai ketika melakukan berbagai acara, seperti pernikahan, syukuran, ataupun acara-acara penting lainnya di Sumatera Utara. Dan sering juga digunakan untuk acara penghormatan dan upacara adat.

Bahkan kain Ulos ini juga digunakan saat acara festival seni dan budaya yang diadakan di Sumatera Utara seperti Samosir Art ataupun Pesta Danau Toba. Hal tersebut dilakukan untuk mempromosikan budaya khas Batak kepada wisatawan yang berasal dari berbagai daerah ataupun wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Komunitas Pengrajin Kain Tenun Ulos, komunitas ini sebenarnya telah lama terbentuk dengan tujuan untuk melestarikan kain tenun khas Batak agar tidak punah seiring dengan berkembangnya mode yang semakin lama menyebabkan warisan Indonesia tersebut semakin tenggelam. Serta beberapa alasan lainnya untuk mempertahankan eksistensi kain Ulos tersebut agar tetap digunakan pada moment-moment tertentu.

Tampaknya pengakuan dari badan dunia PBB terhadap kain batik, juga memotivasi pengrajin kain tenun di daerah lainnya agar bisa sepopuler kain Batik, seperti halnya Pengrajin kain tenun Ulos ini. Ya, kain tenun ulos ini sebenarnya juga telah menarik perhatian wisatawan mancanegara, terbukti ketika moment Pesta Danau Toba banyak wisatawan dari berbagai belahan dunia yang memadati kawasan Danau Toba dan menyambangi Desa Lumban Suhi Suhi untuk melihat proses pembuatan serta mempelajari bagaimana cara menenun kain Ulos. Tak jarang dari turis-turis tersebut juga membeli kain Ulos dalam jumlah yang cukup banyak.

Menurut informasi, jumlah kain Ulos Batak ini terbagi dalam 12 jenis motif yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri seperti motif Sadum, motif Sibolang, motif Bintang Maratur, motif Ulos Jugia, motif Lobu Lobu, motif Suri Suri Ganjang, motif Runjat, motif Jungkit, dan motif Ragi Hidup.

Semua motif tersebut merupakan motif asli Pulau Samosir dan masing-masing memiliki tingkat kerumitan yang berbeda dalam proses pembuatannya. Selain terdiri dari beberapa motif, kain Ulos juga terdiri dari beberapa jenis kain seperti kain sutera kupu-kupu dan kain rami. Kedua jenis kain tersebut merupakan jenis kain yang terbuat dari bahan yang halus dan lembut agar nyaman untuk dikenakan.

Source https://samosirwisata.wordpress.com/ https://samosirwisata.wordpress.com/2014/08/26/desa-lumban-suhi-suhi-komunitas-pengrajin-kain-tenun-ulos-khas-batak/
Comments
Loading...