Kerajinan Terompet Di Bengkulu

0 268

Kerajinan Terompet Di Bengkulu

Sepekan menjelang pergantian tahun baru 2016, pengrajin terompet musiman di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mulai kebanjiran order pesanan terompet dengan berbagai jenis dan ukuran. Seperti halnya, pengrajin terompet, Agus Sanjaya, yang bermukim di jalan Soeprapto Gang Jaldi 1, Kelurahan Kebun Geran, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu.

Agus mengaku, terompet buatannya telah dipesan oleh pengecer dari berbagai kabupaten di Bengkulu. Yakni, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Selatan, Seluma, Mukomuko, Bengkulu Utara serta Kota Bengkulu. Kondisi itu ditandai dengan sekira 5.000 terompet sudah laku terjual di wilayah tersebut.

”Pesanan terompet sudah banyak. Semuanya dipesan pengecer dari berbagai kabupaten di Bengkulu. yang terbanyak pesan dari pengecer di Kecamatan Ipuh, Mukomuko, sebanyak dua mobil atau sekira 400 buah terompet,” kata Agus.

Pemenuhan kebutuhan ribuan pesanan dari berbagai daerah tersebut, terang dia, dirinya mulai mengerjakan pembuatan terompet sejak bulan November lalu. Sebab, jelas Pria kelahiran Bandung ini, dalam pembuatan tersebut dirinya hanya bekerja seorang diri.

Pria kelahiran 1964 ini, mengatakan, harga jual terompet per buah ke tangan pengecer, mulai dari Rp2 ribu, Rp3 ribu, Rp12 ribu dan Rp15 ribu. Harga tersebut disesuaikan dengan jenis terompet yang dipesan pengecer.

Sebab, kata dia, terompet buah karyanya memiliki delapan jenis dengan tingkat kesulitan berbeda-beda. Adapun delapan jenis terompet itu, yakni, terompet jenis Tanjidor, Naga, tabung, bambu, gajah serta jenis lainnya.

Pembuatan terompet model tabung dan bambu, jelas Agus, dalam sehari mampu membuat sebanyak 20 kodi atau setara dengan 400 terompet. Namun, untuk model tanjidor, naga hanya bisa diselesaikan lima buah per hari.

Menariknya bahan yang digunakan dalam pembuatan terompet tersebut, terang Agus, mayoritas dari limbah yang sudah tidak lagi dimanfaatkan masyarakat. Seperti, kertas, plastik, alumunium poil, karton kalender serta bahan lainnya.

Alasannya, kata dia, selain dapat mengurangi limbah masyarakat yang tidak dimanfaatkan, juga salah satu langkah untuk mengurangi dampak perubahan iklim yang saat ini sudah mulai dicanangkan pemerintah.

Disinggung masalah penghasilan dari pendapatan musiman ini, Agus mengatakan, dari 5.000 terompet yang terjual saat ini pendapatkannya bisa mencapai sekira Rp15 juta. Pendapatan penjualan tersebut, kata dia, mengalami pemerosotan dari tahun sebelumnya. Sebab, pergantian tahun 2014 ke 2015, dirinya meraup pendapatan Rp30 juta, dengan penjualan terompet sebanyak 10 ribu terompet.

Pemerosotan penjualan itu, tambah Agus, berdasarkan pengalaman tahun lalu awal Desember pemesanan sudah mulai mengalir deras. Sementara, tahun ini pesanan mulai sejak sepekan menjelang pergantian tahun.

Source https://news.okezone.com https://news.okezone.com/read/2015/12/26/340/1275088/jelang-tahun-baru-pengrajin-terompet-kebanjiran-order?page=2
Comments
Loading...