Kerajinan Tikar Dari Plastik Di Ciampea

0 128

Kerajinan Tikar Dari Plastik Di Ciampea

Sutrisna mengaku, awalnya hanya mengumpulkan busa dari limbah garmen untuk ba­han jaket. Karena masih ba­nyak limbah bahan plastik yang terbuang, akhirnya dikumpul­kan dan dibentuk jadi kerajinan tikar plastik yang memiliki nilai jual. ”Ternyata potongan bahan plastik tersebut bisa dibentuk menjadi sebuah tikar,” ujara bapak enam anak ini.

Melihat potensi usaha tikar plastik yang menjanjikan, akhir­nya Sutrisna mencoba mengembangkan usaha tersebut ber­sama anaknya. Tikar plastik yang dibuat dipasarkan ke tetangga dan ternyata mem­punyai daya tarik tersendiri hingga banyak permintaan dari luar daerah. ”Satu buah tikar plastik berukuran panjang 2,5 meter dan lebar 1,6 meter dijual ke pengecer seharga Rp90 ribu,” bebernya.

Ia menambahkan, untuk ba­han limbah plastik dibelinya di pabrik garmen di wilayah Depok dengan harga Rp8 ribu per kilo. Ia mengaku kesulitan memperoleh limbah plastik, padahal permintaan tikar plas­tik kian meningkat. “Dalam sehari dibantu anak dan istrinya bisa produksi tiga tikar plastik,’’ katanya.

Saat ini ada tujuh perajin tikar di Desa Cibuntu terkendala modal. Sehingga peran serta pemerintah daerah untuk mem­bantu masalah permodalan sangat dinanti para perajin tikar plastik. “Dari usaha pembuatan tikar plastik yang digelutinya selama 14 tahun sudah bisa menyekolahkan anak dan ke­butuhan rumah tangga. Walau awalnya hanya menjual produk dengan partai kecil,” pungkasnya.

Comments
Loading...