Kerajinan Tikar Pandan Di Bima

0 330

Kerajinan Tikar Pandan Di Bima

Kerajinan Tradisional Bima kaya dengan jenis dan bentuknya. Bukan hanya tahan lama dan kuat, tetapi juga mengandung nilai seni budaya yang tinggi. Karena itu kerajinan tradisonal Mbojo harus dilestarikan oleh Pemerintah dan Masyarakat. Kalau usaha pelestarian dan pengembangan itu tidak segera dilaksanakan secara sungguh-sungguh, maka dikhawatirkan dalam waktu yang tidak lama, kerajinan tradisional Mbojo, akan dilupakan oleh masyarakat pemiliknya. Kekhawatiran itu cukup beralasan, melihat adanya kecenderungan masyarakat yang menganggap bahwa hasil kerajinan tradisional Mbojo, selain tidak bermutu juga sudah gersang dengan nilai seni.

Salah dari kreasi itu yang kini mulai tersisih adalah Tikar Pandan atau dalam bahasa Bima disebut Dipi Fanda. Ama Sao, salah seorang pengrajin Tikar Pandan dari kelurahan Santi Kota Bima mengeluhkan merosotnya pemasaran dan daya beli masyarakat terhadap Tikar Pandan.

Dikatakannya, proses pembuatannya sangat sederhana, berbeda dengan pembuatan Dipi Ro’o Ta’a (Daun Lontar). Bentuk anyaman tidak sehalus anyaman Dipi Ro’o Ta’a. Tidak memiliki motif dan hiasan lainnya. Keadaan tikar dalam keadaan polos sesuai warna aslinya. Dipi Fanda dipergunakan atau dipakai sebagai alas duduk dan tempat tidur bagi anggota keluarga. Walau bentuknya sederhana, namun tahan lama dan tidak mudah robek atau putus.

Pada dekade 70 an hingga 80 an, Ama Sao dan keluarganya mampu menghasilkan 3 sampai 5 Tikar pandan dalam 3 hari. “Dalam Satu minggu kami bisa menyelesaikan sekitar 10 lembar Tikar.” Ungkap Ama Sao. Saat ini, dalam satu minggu mereka hanya bisa memproduksi 3 sampai 5 tikar. Keluhan lain adalah semakin minimnya pasokan bahan baku daun pandan. Harga untuk satu lembar tikar pandan saat ini berkisar antara 30 sampai 50 ribu tergantung ukurannya.

Pada masa lalu, produksi Tikar Pandan memang cukup banyak ditemui di Bima dan Dompu. Namun saat ini produksi dan minat masyarakat terhadap Tikar Pandan sudah sangat  berkurang. Ama Sao dan sejumlah pengrajin Tikar di Bima sangat terpukul. Mereka sangat mengharapkan bantuan dan dukungan Pemerintah Daerah agar kerajinan warisan budaya ini tetap berlanjut sebagai upaya pelestarian budaya dan sekaligus sebagai mata pencaharian mereka.

Source Kerajinan Tikar Pandan Di Bima Sarangge Mbojo
Comments
Loading...