Kerajinan Tikar Pandan Di Desa Nagrak

0 151

Kerajinan Tikar Pandan Di Desa Nagrak

Sejumlah pengrajin tikar pandan (samak) di Desa Nagrak Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat terancam gulung tikar bahkan punah, kondisi tersebut dikarenakan sulitnya mendapatkan bahan baku berupa daun pandan untuk membuat tikar serta uang yang dihasilkan dari menganyam tikar sangat sedikit.

Salah seorang pengrajin tikar Pandan di Kampung Cicariu, Desa Nagrak, yang masih bertahan, Mak Lasmi mengungkapkan, karena makin sulitnya memperoleh daun dan minimnya penghasilan dari menjual samak, kini banyak pengrajin yang beralih profesi.Untuk melestarikan keberadaan pengrajin, Mak Lasmi tetap bertahan, selain membuat tikar dia mengungkapkan, daun pandan kering juga bisa dianyam untuk membuat topi.

“Untuk harga tikar berukuran 1,8 meter harganya Rp 60 ribu, membutuhkan waktu dua hari dua malam membuatnya, topi dan tas harganya antara Rp15 ribu hingga 45 ribu,” ungkap Mak Lasmi.

Suami Mak Lasmi, Aki Riwatma (65) menambahkan, agar pohon pandan tidak punah, dia harus menanamnya sendiri untuk dipanen beberapa bulan ke depan.

“Pengrajin samak disini hanya saya dengan istri saja dan beberapa orang yang tetap bertahan menggeluti anyaman ini,” Ungkap nya.

Dihubungi terpisah, Sekdes Nagrak, Dede Yulianto menerangkan, pengrajin anyaman yang terbuat dari daun pandan di Desa Nagrak terdapat di RW 04 yaitu di RT21, 07 dan 08. Menurutnya, untuk tetap mempertahankan keberadaan pengrajin tersebut pihak desa kesulitan.

“Kendala nya sulit memperoleh bahan baku dan warga kebanyakan lebih condong kerja di perusahaan, aparatur desa agak kesulitan mengatasinya,” jelas Dede.

Ia berharap pemerintah daerah melalui intansi terkait dapat membantu mempertahankan keberadaan para pengrajin tikar tersebut.

“Kita berharap pemerintah bisa memberikan solusi, agar pengrajin samak pandan di Desa Nagrak tetap bertahan dan tidak ditinggalkan oleh anak nya sebagai generasi penerus,” ujarnya

Source http://rri.co.id http://rri.co.id/sungailiat/post/berita/248084/ekonomi/jumlah_pengrajin_tikar_pandan_di_desa_nagrak_purwakarta_semakin_berkurang.html
Comments
Loading...