Kerajinan Tikar Pandan Di Majalengka

jual tikar pandan tradisional murah bagus berkualitas
0 195

Kerajinan Tikar Pandan Di Majalengka

Desa Garawangi terletak di kecamatan Sumberjaya, kabupaten Majalengka. Salah satu potensi yang bisa dikembangkan dari desa ini adalah pemanfaatan daun pandan liar menjadi tikar. Pandan tersebut tumbuh di beberapa lahan kosong dan oleh warga sekitar blok Buah Gede, daun tersebut dikeringkan dengan cara dijemur kemudian diiris sehingga strukturnya menjadi kering dan lentur. Proses pengeringan memakan waktu 2 hari apabila cuaca cerah dan proses penganyaman memakan waktu 12 jam apabila dikerjakan oleh pengrajin yang sudah ahli. Daun tersebut kemudian dianyam menjadi tikar berukuran 2×3 meter. Tikar tersebut dijual dengan harga Rp 40.000,00 sampai Rp 50.000,00.

Salah satu pengrajin tikar bernama Ema. Bu Ema merupakan salah satu pengrajin tikar yang masih aktif membuat tikar pandan. Pengrajin tikar pandan di desa Garawangi adalah perempuan berusia 40 hingga yang tertua berusia 80 tahun. Masalah utama yang dihadapi oleh pengrajin tikar pandan di desa Garawangi adalah tidak adanya generasi penerus usaha. Hal ini disebabkan karena perempuan generasi muda di desa Garawangi menganggap kerajinan tikar pandan bukanlah merupakan usaha yang menjanjikan. Selain itu, usaha kerajinan tikar pandan dipandang sebagai usaha yang ketinggalan zaman karena tikar pandan hanya dipakai di rumah-rumah desa atau digunakan sebagai pembungkus jenazah.

Hal ini sangat di sayangkan karena usaha seperti apapun apabila dikembangkan dan si pelaku usaha jeli dalam melihat peluang usaha maka akan memiliki hasil yang memuaskan. Mungkin perempuan generasi muda di desa Garawangi hanya melihat usaha ibu dan nenek mereka sebagai kegiatan mengisi waktu luang dan hanya menghasilkan uang yang tidak dapat mencukupi kebutuhan mereka.

Generasi muda zaman sekarang baik laki-laki maupun perempuan memiliki pola pikir yang hedonis. Kemajuan teknologi, pengaruh tayangan televisi yang menampilkan sisi hura-hura manusia, penggunaan internet yang kurang cermat, rendahnya keinginan untuk berwirausaha, dan kurangnya kecintaan terhadap tanah air hanyalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal ini terjadi. Jadi, generasi muda sekarang terobsesi untuk menghasilkan uang dengan cara cepat dan sebanyak-banyaknya. Padahal, apabila tidak didukung denga soft-skill dan hard-skill yang mumpuni, hal tersebut hanya akan menjadi impian belaka.

Seorang pengusaha sukses bernama Alm. Bob Sadino pernah berkata “Setinggi apapun jabatan namun apabila anda bekerja di perusahaan orang, anda tetaplah pekerja. Namun sekecil apapun usaha apabila anda yang menjalankan, anda adalah bosnya”.

Source https://kknm.unpad.ac.id https://kknm.unpad.ac.id/garawangi/2016/08/18/jika-aku-menjadi-anak-pengrajin-tikar-pandan/
Comments
Loading...