Kerajinan Tikar Pandan Di Natuna

0 186

Kerajinan Tikar Pandan Di Natuna

Sejumlah pengrajin tikar pandan di Kabupaten Natuna mengaku mulai kesulitan mendapatkan bahan baku pandan untuk membuat anyaman tikar. Akibatnya produksi tikar tradisional mulai menurun.

Budiran, salah satu pengrajin tikar pandan di Kecamatan Bunguran Tengah menuturkan, produksi anyaman tikar pandan miliknya mulai menurun dari biasanya karena ketersediaan bahan baku pandan mulai sulit diperoleh.

“Dulu bahan baku pandan masih mudah dicari, sekarang harus masuk ke hutan lebih jauh lagi, jadi kami kesulitan mencarinya,” tutur¬† Budiran.

Budiran mengatakan, penjualan tikar pandan juga mulai sepi, karena warga sudah banyak membeli tikar buatan pabrik atau sejenis karpet dengan harga lebih terjangkau. Sedangkan tikar pandan harganya sangat mahal sesuai dengan ukuran tikar.

Disamping sulitanya mendapatkan bahan baku tikar pandan, dan proses pembuatan tikar yang memakan waktu lama, Budiran kini beralih bekerja sebagai petani sayur mayur. Sebab hasilnya jauh lebih besar ketimbang usaha pembuatan tikar pandan.

“Saya masih tetap membuat tikar pandan, tetapi tidak begitu banyak, sesuai pesanan saja. Saya lebih banyak beraktifitas di kebun menanam sayur sekarang,” ungkapnya.

Budiran menambahkan, bekerja sebagai pengrajin tikar pandan sudah digeluti sejak puluhan tahun silam, akan tetapi seiring sulitnya mendapatkan bahan baku pandan, maka usaha membuat tikar pandan mulai berkurang.

“Kepinginnya usaha membuat tikar pandan tetap saya lanjutkan, soalnya masih ada warga yang suka dan minat dengan tikar pandan,” ungkapnya.

Source https://www.haluankepri.com https://www.haluankepri.com/news/detail/41869/pengrajin-tikar-pandan-di-natuna-kesulitan-bahan-baku
Comments
Loading...