Kerajinan Tilam Kapuk Di Banjarmasin

0 99
Kerajinan Tilam Kapuk Di Banjarmasin

Peminat bantal, guling, dan tilam berisi kapuk ternyata masih ada peminatnya. Padahal penjualan bantal dan guling busa keluaran pabrik sangat marak. Contohnya dilakukan Salmah. Warga Pengambangan ini membeli tilam kapuk di toko dekat rumahnya. Selain daya tahannya lebih awet, dia membandingkan bahwa kenyamanan tidur di tilam kapuk tidak bisa didapatkan kalau memakai tilam, bantal, dan guling dari busa.

Apalagi cuaca Banjarmasin yang panas, menurutnya, sangat cocok dengan perlengkapan tidur dari kapuk. “Selain tak enak direbahi, busa sintetis kalau sudah lepek tambah tak enak. Kalau dari kapuk, selain dingin, bisa ditambah kalau sudah kempis,” katanya.

Hanya saja, peralatan tidur dari kapuk memang membutuhkan perawatan lebih ekstra karena mudah rusak. Apalagi jika terkena air atau sejenisnya. “Saya sejak kecil sudah memakai kapuk. Pernah suatu ketika anak beli bahan busa, esok paginya leher sakit. Sejak saat itu kapok,” tukasnya.

Rahmadi Zamal sebagai pedagang peralatan tidur di bilangan jalan Pengambangan Banjarmasin mengatakan bahwa permintaan kapuk tetap tinggi dari tahun ke tahun. Warga Banjarmasin masih memegang tradisi lama, orang dulu suka memakai kapuk. Harga per kilo kapuk Rp 25 ribu atau pas dengan ukuran satu bantal. Dalam sehari juga bisa belasan kilo yang laku. “Memang tak tentu lakunya dalam satu hari. Tapi peminatnya masih tinggi,” terang Zamal.

Kendala utama dalam berjualan kapuk adalah ketersediaan yang semakin menipis. Padahal, permintaan dari masyarakat masih tetap tinggi, bahkan cenderung naik. Zamal mendatangkan kapuk dari pulau Jawa. “Semua kapuk yang saya jual dari pulau Jawa. Kapuk lokal hampir tak ada lagi, dan saya pun tak mengambil karena kualitasnya jauh dari pulau Jawa,” bandingnya.

Masih tingginya permintaan kapuk juga dituturkan Wahidah, pedagang di Pasar Ujung Murung Banjarmasin. Menurutnya, penghasilan rata-rata dari berjualan tilam, guling, dan bantal kapuk bisa mencapai Rp 7 juta per bulan. “Kalau orang berduit biasanya mencari yang busa elastis. Tapi, kalau masayarakat ekonomi menengah ke bawah, kapuk yang dicari,” tuntasnya

Source http://kalsel.prokal.co http://kalsel.prokal.co/read/news/4776-peminat-tilam-kapuk-masih-sangat-tinggi.html
Comments
Loading...