Kerajinan Tongkat Komando Akar Bahar Di Bangka

0 136

Kerajinan Tongkat Komando Akar Bahar Di Bangka

KBRN, Sungailiat; Takkan lari gunung dikejar, hilang kabat tampaklah dia, peribahasa ini menjadi motto seorang pengrajin akar bahar Agus Riyadhi warga Sungailiat Kabupaten Bangka, ketika dengan penuh kehati-hatian dan cukup sabar untuk menghasilkan  karya kerajinan tangan terbaiknya. Suara gerinda, yang memutar dari sumbunya itu satu diantara sekian peralatan yang tak ketinggalan dalam menghasilkan berbagai jenis kerajinan tangan berbahan baku akar bahar itu.

Menjadi pengrajin akar bahar, yang sudah dirintis lebih awal oleh orang tuanya itu sekitar puluhan tahun lalu, diakui Agus memang sempat fakum Kini dengan berbendera Gunawan Group, Bangka Akar Bahar Maju, Agus bersama empat sekawananya tahun 2014 lalu mulai kembali memboomingkan hasil hasil karyanya. Lewat bantuan media sosial nyatanya membuahkan respon para peminat, tidak saja dari pulau Bangka, tapi juga sempat terjual kepada pembeli dari Palembang, Kalimantan, NTT, Bandung,  Jakarta, dan wilayah tanah air lainnya bahkan diantaranya datang dari Negeri China.

Dari sekian pesanan, kesan kebanggaan bagi Agus muncul ketika diminta untuk membuatkan tongkat komando bagi seorang pejabat tinggi di kepolisian, berbintang empat. Pesanannya itu kini sedang dikerjakan berbahan akar bakar putih dikombinasikan, sepuhan emas, dan timah yang kini dalam tahap penyelesaian dengan harga siap deal sebesar Rp. 10 juta.

“Kaget,  ndak nyangka, awalnya saya buat tongkat komanda untuk bintang dua. Setelah lihat hasilnya  saya terima pesanan lagi untuk membuat tongkat komando bagi pejabat yang punya bintang empat, katanya sih buat kado Kapolri. Ini menjadi kebanggaanlah,” ungkap Agus ditemui RRI di tempat kerjanya.

Menurut Agus Riyadi, apapun bentuk dan jenis warna akar bahar kerapkali memang tidak serta merta untuk bisa ditemui. Namun umumnya dia dapatkan dari nelayan dengan harga perkilo berkisar Rp.100.000,- hingga Rp.150.000,- selain itu sempat didapat jenis akar bahar dari luar pulau Bangka.  Dari semua jenis akar bahar; hitam, merah, biru dan hijau itu, setelah proses pengeringan, Agus yang dituntun daya instingnya terkadang otodidak,  dia kreasikan menjadi berbagai asesoris yang bisa terjual dari yang terendah Rp.100.000 hingga jutaan rupiah.

Dari perjalanannya menghasilkan karya handycraftnya itu, Agus optimis pilihan profesinya itu cukup menjanjikan dan bertekad untuk terus dia tekuni, meski harus memutar modal bersumber dari kantong pribadinya, tanpa sentuhan bantuan pemerintah. Dari karya asesoris yang sempat terjual seperti karya gelang jaguar, singa, kobra, miniantur perahu layar, miniatur dambus, tongkat komando, serta paket suvenir lainnya. Meski hasil karyanya sudah dirasa bisa menjadi penghasilan, Agus putra Bangka yang lahir di tahun 1979 itu berharap dalam pengembangan lebih luas usahanya itu, ada perhatian dari pemerintah daerah, selain bentuk permodalan juga promosi dan pemasaran.

“Untuk memboomingkan produk-produk kita, saya sih harap pemerintah daerah bisa bantulah untuk memperluas pemasaran atau paling tidak bantu promosinya. Ini juga kan nantinya bisa positif untuk pariwisata di Bangka ini,” harap Agus.

Source http://rri.co.id http://rri.co.id/yogyakarta/post/berita/295291/ruang_publik/pengrajin_akar_bahar_bangka_siapkan_handycraft_tongkat_komando_buat_kapolri.html
Comments
Loading...