Kerajinan Topeng Cumplung Di Cilacap

0 225

Kerajinan Topeng Cumplung Di Cilacap

Sugito memamerkan hasil karyanya. Bahkan sampai di pajang di hadapan kamera wartawan koran ini. Dia juga berpose sambil menunjukan dua buah karya cumplung yang telah dibuat menjadi gambar-gambar tiga dimensi wajah orang. Sambil tersenyum tipis, Sugito menceritakan pengalamannya dalam membuat kerajinan khas tersebut. Ya, di tangan warga Desa Jepara Kulon, Kecamatan Binangun ini, kelapa kering yang sering teronggok di berbagai wilayah di Cilacap dan Barlingmascakeb ini dikumpulkan. Dia memilki bakat seni sejak kecil. Ide kreatif dimana cumplung dapat disulap menjadi sebuah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi berawal saat coba-coba. Awal mulanya, seperti dikisahkan Sugito, pertama kali mengeluarkan ide mengubah cumplung menjadi sebuah karya seni adalah patung berwajah manusia.

Dengan bentuk kelapa kering yang sangat beragam, karakter wajah yang dihasilkan bisa selalu berbeda-beda. meski demikian, hal tersebut justru menjadi sesuatu yang unik. “Untuk bahan baku dari kelapa, kebanyakan hanya memanfaatkan batok kelapanya saja,” ujarnya. Baginya, membuat kerajinan tangan berkarakter wajah dengan cumplung tidaklah sulit. Hanya bermodalkan sebuah pisau kecil, pengrajin hanya tinggal mengikuti tekstur atau kisutnya cumplung tersebut. “Dengan sendirinya, karakter wajah manusia bisa tergambar secara tiga dimensi.

Hanya saja, kepala yang kering membuat karakter wajah yang sering muncul adalah kakek nenek,” jelasnya. Tidak sampai disitu, cumplung yang sudah diukir selanjutnya diplistur sehingga tampak lebih mengkilap dan awet. Dalam sehari, ia bisa menghasilkan tiga hingga empat buah kerajinan. Untuk penjualannya, satu buah cumplung dijual dengan kisaran harga antara Rp 50 ribu – Rp 100 ribu. Meski hanya bermodalkan tepes, namun dalam membuatnya butuh ketekunan. Sugito menilai, ketekunan itulah yang membuat setiap karya seni menjadi mahal atau bernilai ekonomis tinggi. Selama ini, karyanya memang belum banyak diketahui orang. Namun ia berharap karyanya tersebut bisa menembus pasar Pulau Jawa, Bali dan Yogyakarta yang notabene kerap dikunjungi wisatawan luar negeri. Sementara terkait bahan baku, Sugito sangat mudah memperolehnya. “Cilacap itu kan daerah pesisir, jadi banyak ditumbuhi pohon kelapa. Kalau tidak di kebun, saya biasa mencarinya di pesisir pantai,” tegasnya.

Source http://radarbanyumas.co.id http://radarbanyumas.co.id/menengok-kerajinan-khas-topeng-cumplung-di-desa-jepara-binangun/
Comments
Loading...