Kerajinan Topeng Di Malang

0 269

Kerajinan Topeng Di Malang

Puluhan aksesori tarian barong, jaranan atau kuda lumping dan berbagai topeng Ponorogo atau Topeng Malang terpampang di rumah sekaligus bengkel kerja milik Bariono, warga RT 12 RW 04 Desa Sudimoro Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang.

Pengrajin topeng dan berbagai aksesori tarian tradisional Jawa Timur itu menggeluti dunia ini semenjak enam tahun terakhir. Tak jarang, di musim puncak, omzet penjualan ratusan topeng, baju tari atau pun aksesori tarian tradisional mencapai sekitar Rp30 juta. Angka itu didapat hanya dalam satu pekan saja.

Bariono terlihat sedang menjemur potongan ekor sapi yang dibelinya dari pengepul. Ekor sapi itu akan dihias sebagai rambut dan kumis di topeng Barongan dan Jamang Lono, topeng Malangan. Ada pula kulit sapi yang sedang dijemur dan dikeringkan. Nantinya kulit itu akan dipakai sebagai bahan utama aksesoris kepala banteng, untuk kebutuhan tari Bantengan.

Ratusan kayu sengon yang telah dipahat sebagian siap untuk disempurnakan menjadi Caplokan, topeng karakter dari Ponorogo bernama Bocah Ganong, ataupun salah satu karakter topeng Malangan bernama Jamang Lono.

Ada pula sejumlah lembaran spon tebal yang hendak digambar, dan dipotong sehingga menjadi kuda lumping. Belum lagi tumpukan gelondongan kayu sengon afkir yang menumpuk di belakang rumahnya.

Tumpukan kain berwarna merah juga terlihat di sudut ruangan dalam rumah, dekat dengan seperangkat mesin jahit. Kain itu akan segera diubah menjadi kostum penari kuda lumping, barongan atau kostum penari topeng dalam waktu dekat.

Semua hasil karyanya dihargai antara Rp10 ribu hingga Rp350 ribu. Pemesan datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, Kota Malang, Kota Batu hingga di berbagai pasar tradisional di sekitar Tumpang, Wendit, Karangploso dan Pujon serta wilayah Blitar dan Kediri.

Source https://www.viva.co.id https://www.viva.co.id/berita/bisnis/604172-kisah-debt-collector-banting-setir-jadi-pengrajin-topeng
Comments
Loading...