Kerajinan Topi Laken Di Tanjung Priok

0 375

Kerajinan Topi Laken Di Tanjung Priok

Banyak bisnis keluarga yang terus berkembang hingga saat ini meskipun zaman telah berubah. Salah satu bisnis yang sudah lama muncul di Tanah Air adalah pembuatan topi dari bahan laken. Pelindung kepala tersebut sudah banyak diproduksi para pengrajin lokal dan dipasarkan hingga penjuru Indonesia.

Awalnya, topi-topi buatan pengrajin tersebut hanya dijual secara konvensional di pasar-pasar tradisional, yang menyasar para blantik sapi di kawasan Jawa Timur. Seiring berjalannya waktu dan bergantinya generasi produsen topi laken, sekarang produk tersebut bisa dengan mudah ditemukan dijual secara online oleh para penerus generasi pengrajin topi laken.

Hal serupa juga dilakukan oleh Abdul Rohim yang merupakan generasi kedua produsen topi laken yang saat ini berdomisili di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat ini dia memasarkan topi buatannya melalui berbagai macam forum jual beli, serta aplikasi pesan singkat.

Dia bercerita, awalnya kedua orangtuanya memproduksi topi berbahan laken di kawasan Madura mulai 1970. Sejak beberapa dekade yang lalu, masyarakat Madura banyak yang menjadi pengrajin topi karena permintaannya yang cukup tinggi.

Hingga sekarang, produsen topi di Madura masih tetap bertahan, namun masih sedikit yang memasarkannya secara online. Padahal, banyak konsumen dari berbagai daerah yang mencari produk itu melalui Internet. “Selain menjualnya lewat toko topi yang kami kelola, sekarang topi sudah bisa dibeli secara online dan akan dikirimkan ke alamat pemesan,” katanya.

Masing-masing topi dijual dengan harga Rp 200 ribu per buah. Harga yang ditawarkannya tersebut dinilai lebih murah dibandingkan dengan harga topi produsen lainnya. Sehingga, harga yang bersaing tersebut menjadi salah satu daya tarik topi buatannya. “Ada beberapa produsen yang menjual topi laken secara online, tetapi harga yang ditawarkan relatif lebih mahal,” katanya.

Sementara itu, Abdul bisa memproduksi sekitar 20-30 topi dalam sehari. Model andalannya adalah topi koboi dengan lebar daun topi yang berbeda-beda mulai dari 3 sentimeter hingga 8 sentimeter. Topi buatannya tersebut dijual dengan kisaran harga Rp 60 ribu – Rp 500 ribu. “Margin keuntungan bisa mencapai 50 persen dari harga jual, tergantung dari ukuran topi dan jenis bahan laken yang digunakan,” katanya.

Source https://bisnis.tempo.co https://bisnis.tempo.co/read/706554/bisnis-topi-laken-keuntungannya-berlipat-lipat
Comments
Loading...