Kerajinan Tudung Saji Bambu Di Banjarnegara

0 506

Kerajinan Tudung Saji Bambu Di Banjarnegara

Ada pemandangan berbeda di perumahan dusun Bantar, desa Kertayasa, Mandiraja. Setiap pagi, hampir setiap ibu rumah tangga hingga remaja putri duduk meringkuk di depan rumah. Mereka menghadap bambu yang telah dipotong kecil-kecil dan rapi, juga tali dari pelepah tanaman untuk mengikat anyaman.

Turyati, warga RT 2 RW 2 Dusun Bantar Kertayasa mengerahkan cukup tenaga untuk membuat tudung saji. Ia menahan ujung kerangka dengan kaki agar kencang saat dianyam. Sementara tangannya sibuk menutup badan kerangka dengan irisan bambu, lalu menalinya kuat-kuat hingga bentuk saji sempurna.

Dalam seminggu, Turyati mengaku bisa membuat sekitar 30 tudung saji. Alat rumah tangga itu dibeli oleh tengkulak yang beberapa hari sekali mendatangi rumah para pengrajin. Tudung saji berukuran jumbo dihargai sekitar Rp 18 ribu oleh tengkulak. Sementara yang berukuran sedang dibeli seharga berkisar Rp 15 ribu .

Tudung saji karya perempuan desa ini sudah diakui mutunya. Tidak sembarang bambu rupanya bisa dipakai membuat tudung saji. Para pengrajin biasa memakai bambu wulung karena dianggap memiliki beberapa kaunggulan.

Mereka membelinya seharga Rp 17 ribu perbatang dari pasar bambu yang ada di desa. Pasar itu mendadak muncul seiring dengan tingginya permintaan bambu dari para pengrajin di desa.

Bambu bahan itupun tak langsung bisa dipakai untuk membuat tudung saji. Batang bambu terlebih dulu direndam ke dalam kolam. Perendaman bambu hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan itu merupakan cara tradisional untuk mengawetkan bahan.

Bambu rendaman juga dipercaya lebih tahan terhadap serangan hewan pengerat, serta tak gampang lapuk. Selain tudung saji, para pengrajin desa juga membuat perlengkapan rumah tangga berbahan bambu lain, di antaranya tampah. Mulanya, tampah ini menjadi kerajinan tertua di Desa Kertayasa. Keahlian membuat tampah didapat secara turun temurun oleh warga.

Tampah menjadi satu di antara kerajinan alat dapur tradisional yang masih bertahan di tengah gempuran produk modern pabrikan. Berbeda dengan tudung saji, bahan untuk membuat tampah adalah bambu tali yang harganya lebih murah. Sebuah tampah jadi ukuran sedang dijual ke tengkulak seharga Rp 15 ribu.

Source http://jateng.tribunnews.com http://jateng.tribunnews.com/2017/09/11/melihat-kerajinan-tudung-saji-dari-bambu-di-mandiraja-banjarnegara?page=2
Comments
Loading...