Kerajinan Tungku Di Ngawi

0 353

Kerajinan Tungku Di Ngawi

Sebelum masyarakat kenal dengan kompor minyak atau gas sekarang ini, ada tungku atau pawon sebagai alat perlengkapan dapur warga pedesaan. Sebagian warga yang tinggal di desa ternyata masih banyak membutuhkan tungku sebagai alat memasak. Fungsi tungku sendiri ternyata juga tidak sebatas alat memasak, tetapi juga sebagai alat untuk menghangatkan ruang dapur atau rumah ketika musim hujan tiba. Tungku kerap dimanfaatkan anak-anak untuk menghangatkan badan atau kaki dekat bibir tungku untuk mengurangi rasa dingin. Kini, para perajin tungku di Ngawi ternyata masih bertahan.

Sunoto perajin tungku warga Dusun Pucung Desa Kasreman Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi, mengatakan, sebagian warga sudah terbiasa menekuni usaha pembuatan tungku atau pawon.

”Dengan adanya program pemerintah pengalihan penggunaan bahan minyak (BBM) ke gas, dan sebagian masyarakat Indonesia panik karena kelangkaan tabung gas, warga setempat tenang-tenang saja tidak terpengaruh,” katanya.

Menurutnya, pawon atau tungku berbahan baku batu cadas memiliki ciri khas tersendiri. Dari batu cadas teksturnya keras tetapi mudah di bentuk, sehingga tungku nampak kokoh dan bertahan hingga 2 sampai 4 tahun.

”Jika masih basah tungku berwarna kuning pekat, dan jika sudah kering warnanya kuning keputihan. Untuk mengurangi berat karena basah dilakukan dengan proses pembakaran atau oven terlebih dahulu sebelum dipasarkan,” jelasnya.

Tungku-tungku tersebut dipasarkan dengan kisaran harga Rp 25 ribu sampai Rp 70 ribu per buah. ”Bergantung besar-kecilnya tungku,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk pemasaran selain di Ngawi juga dilakukan di Ponorogo, Magetan dan Nganjuk. Para pedagang memasarkan tungku tersebut dengan membawanya keliling dari desa ke desa dengan menggunakan sepeda motor.

Source https://www.bangsaonline.com https://www.bangsaonline.com/berita/14039/perajin-tungku-ngawi-tetap-bertahan
Comments
Loading...