Kerajinan Tusuk Sate Oleh Warga Di Kutawaringin

0 292

Kerajinan Tusuk Sate Oleh Warga Di Kutawaringin

Hampir semua warga desa Kutawaringi berprofesi sebagai pembuat tusuk sate, produk hasil produksinya tembus ke pasar lokal, dan luar kota. Seharusnya pemerintah daerah ikut berperan aktif dalam perkembangan usaha, tersebut, minimal ikut membantu memasarkan produk hasil masyarakatnya supaya ada peningjatan perekonomian di wilayah tersebut.

Warga beberapa kampung di Desa Kutawaringin dan Desa Cibodas menekuni profesi sebagai perajin tusuk sate. Setiap hari seorang perajin bisa membuat 200 ikat tusuk sate.

“Setiap ikat untuk panjang 22 cm dan ukuran kecil berisi 400 tusuk sate ayam yang dihargai Rp 1.000,00,” kata seorang perajin, Ny. Ipah, di rumahnya.

Sedangkan untuk tusuk sate domba, kambing atau sapi berukuran panjang 20 cm, namun diameternya lebih besar. “Satu jooh tusuk sate sapi atau domba dijual dengan harga Rp 7.500,00. Namun, tusuk sate ayam lebih laku daripada tusuk sate domba atau sapi sehingga warga lebih banyak membuat tusuk sate ayam,” katanya.

Source http://www.pikiran-rakyat.com http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2012/02/14/176845/warga-kutawaringin-tekuni-profesi-perajin-tusuk-sate
Comments
Loading...