Kerajinan Uang Logam Di Surabaya

0 150

Kerajinan Uang Logam Di Surabaya

Seni tidak terbatas, di Surabaya Jawa Timur ada sebuah kerajinan unik, yakni seni lukis dari uang logam. Kreasi seni ini pun memiliki nilai jual tinggi dan menjadi pesanan untuk mahar pernikahan.
David Sutjahjono, seorang pria 63 tahun asal Surabaya ini yang memiliki kreasi unik seni lukis dari uang logam bergambar wajah. Sudah 4 tahun warga asal Wisma Permai Barat Surabaya ini menekuni seni lukis berupa mozaik dari uang logam dan kini dikomersialkan untuk membuat mahar pernikahan dari uang logam.
“Untuk satu lukisan biasanya membutuhkan 200 hingga 300 keping uang logam,” ujarnya.
Untuk membuat lukisan dari uang logam ini bisa dibilang susah-susah gampang, karena membutuhkan jiwa seni dan ketelatenan menyusun satu persatu uang logam, agar membentuk gambar atau foto yang diinginkan. Selain itu ketersediaan material uang logam juga kadang menjadi kendala apabila pemesan ingin digambar dengan pecahan uang kuno , atau pecahan Rp25 hingga Rp50 yang kini sudah tidak diedarkan lagi.
Namun, untungnya david sapaan akrab sang seniman ini memiliki jaringan kolektor uang kuno, serta kerap menyambangi bank Indonesia untuk menukarkan uang.
Dari latar belakang seni ini,awalnya David Suthajono merupakan seorang wira usaha pembuat kreasi mahar dari uang kertas, namun seiring waktu banyak pelanggan yang ingin memesan tampilan mahar yang lebih unik, dimana dalam mahar ada wajah calon pengantin.
Karena kreativitasnya lah akhirnya bapak 3 anak ini membuat kreasi dari uang logam. Selain bisa menggambar foto pasangan, David juga banyak membuat foto presiden Indonesia pertama bung karno dari uang logam.
Dalam sebulan , David mampu menjual 20 hingga 30 lukisan dari uang logam ini. Untuk harga jualnya tiap lukisan dijual dari harga Rp1 juta hingga Rp4 juta. untuk saat ini lukisan dari uang logam ini sudah mendapatkan banyak pesanan dari luar pulau seperti kalimantan dan madura.
Source https://www.wahanabogor.com https://www.wahanabogor.com/2017/02/pria-ini-merubah-uang-lama-menjadi-seni.html
Comments
Loading...