Kerajinan Ukir Banjar Di Kota Banjarmasin

0 271

Kerajinan Ukir Banjar Di Kota Banjarmasin

Salah satu ciri khas rumah adat Banjar yang paling menonjol disamping bahan baku utama yang biasa di sebut kayu besi atau kayu ulin (Eusideroxylon zwageri) adalah keberadaan aneka motif ukiran khas Banjar, jamang untuk penghias ujung atap yang biasanya berbentuk stylisasi dari Burung Enggang, Binatang Mitos seperti Naga atau juga dedaunan.

Selain itu, beberapa ornamen hias berbentuk buah-buahan lambang kemakmuran dan suka cita seperti buah nenas, manggis dan yang lainnya juga menjadi pelengkap indahnya rumah adat Banjar.

Khusus untuk pagar, masyarakat Banjar juga mempunyai semacam kekhasan yang tidak kalah uniknya. Pagar kayu ulin untuk rumah kayu bertingkat atau juga untuk pagar g atau teras ini mempuyai bentuk dan pola yang mirip dengan atang yang biasanya dipakai untuk pagar di makam. Bedanya, kalau atang untuk kubur ukuran kayunya tidak terlalu tinggi seperti untuk pagar.

Fungsi atang mirip dengan kijing berbahan semen pada penutup makam-makam masyarakat di Pulau Jawa. Bedanya, kalau kijing semen akan menutup semua permukaan makam (tanah makam sama sekali tidak akan terlihat lagi jika sudah ditutup kijing semen), maka atang yang berbahan kayu ulin ini hanya sekedar memberi batas tanah makam saja, sedangkan permukaan makam yang berupa tanah masih terlihat jelas karena sama sekali tidak tertutup.

Menurut saya, atang ini merupakan salah satu kearifan lokal suku Banjar yang bisa menjadi jalan tengah bagi polemik boleh tidaknya makam di tutup semen atau dikijing semen seperti makam-makam di Pulau Jawa.

Seiring dengan laju modernisasi dan isu lingkungan global terkait konservasi hutan-hutan alam di seluruh dunia, termasuk hutan hujan tropis Kalimantan yang telah lama dikenal sebagai paru-paru dunia, berdampak langsung pada menurunnya produksi hasil kayu dari hutan Kalimantan.

Dampak ini menyebabkan beberapa pergeseran dalam budaya masyarakat lokal Kalimantan, khususnya budaya lokal yang berhubungan dengan batang-batang kayu tentunya, seperti budaya membangun rumah berbahan kayu khas masyarakat Banjar.

Source https://www.kompasiana.com https://www.kompasiana.com/kaekaha.4277/5bec7a2c677ffb0cbf3d56c7/mailangi-penjaga-seni-ukir-banjar-terakhir?page=all
Comments
Loading...