Kerajinan Ukir Selongsong Peluru Di Klungkung

0 320

Kerajinan Ukir Selongsong Peluru Di Klungkung

Selongsong peluru bekas latihan perang tak selamanya dibuang. Buktinya, di tangan pengerajin asal  Desa Kamasan, Klungkung, Bali, proyektil peluru bisa disulap menjadi seni ukir bernilai jual tinggi. Pengerajin asal dari desa kamasan tidak hanya membuat lukisan, tapi juga ada pengerajin pembuat seni ukir dari selongsong peluru bekas.

Pembuatan kerajinan ini tidak terlalu rumit. Agar mudah diukir, selongsong peluru dipanaskan dahulu di atas bara api. Setelah panas, selongsong diisi cairan getah pohon atau cairan aspal, bila sudah dingin, cairan ini berfungsi sebagai bantalan atau alas untuk proses ukir. Pada umumnya, ukiran koleksi pengerajin desa kamasan berdasarkan cerita Ramayana atau Mahabarata.

Tapi, perajin Pulau Dewata ini juga bisa membuat motif lain sesuai pesanan calon pembeli. Untuk satu selongsong peluru ukuran sedang, diukir selama lima hari. Kemudian, hasil ukiran dipanaskan kembali untuk mengeluarkan getah pohon. Agar hasil ukiran mengkilap, selongsong dicuci dengan air asam dan potas, setelah itu di keringkan dibawah sinar matahari. Namun, setelah menjadi produk seni, satu selongsong peluru ukir bisa laku antara Rp  900.000 ribu hingga Rp 2 juta. Harga kerajinan tangan ini ditentukan dari besar kaliber peluru dan pola ukir.

Kemudian, hasil ukiran dipanaskan kembali untuk mengeluarkan getah pohon. Agar hasil ukiran mengkilap, selongsong dicuci dengan air asam dan potas, setelah itu di keringkan dibawah sinar matahari. Namun, setelah menjadi produk seni, satu selongsong peluru ukir bisa laku antara Rp  900.000 ribu hingga Rp 2 juta. Harga kerajinan tangan ini ditentukan dari besar kaliber peluru dan pola ukir. Semakin besar kaliber peluru dan pola ukiran bagus, harga jualnya semakin tinggi.

Source Kerajinan Ukir Selongsong Peluru Di Klungkung kerajinan Bali
Comments
Loading...